Pemkot Surabaya Tancap Gas Atasi Genangan Osowilangun, Pompa Disiagakan 24 Jam

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya dalam beberapa hari terakhir memicu genangan di kawasan Osowilangun. Kondisi itu kian diperparah oleh banjir rob akibat pasang maksimum air laut yang terjadi bersamaan.

Tak ingin kondisi berlarut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) langsung mengoptimalkan operasional rumah pompa dan memperkuat koordinasi lintas instansi.

Baca juga: Pemkot Surabaya Atur Ulang Jam Sekolah Selama Ramadan 1447 H

Kepala DSDABM Surabaya, Hidayat Syah, menegaskan bahwa Osowilangun merupakan wilayah yang terhubung dengan sejumlah jaringan sungai besar, sebagian berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Di antaranya Sungai Kalianak dan Sungai Kandangan yang bermuara ke laut.

“Untuk saluran-saluran besar yang menjadi kewenangan pusat, kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat nasional. Prinsipnya, Pemkot Surabaya selalu siap membantu demi keselamatan warga,” ujar Hidayat, Senin (16/2/2026).

Ia menjelaskan, sesuai arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, seluruh jajaran DSDABM bergerak cepat sejak awal hujan mengguyur. Tim diterjunkan ke lapangan, sementara seluruh rumah pompa di titik-titik rawan diaktifkan penuh.

Beberapa rumah pompa di Balong I, Balong II, Kandangan, dan wilayah sekitar dioperasikan secara bergantian selama 24 jam. Sistem kerja dibagi dalam tiga shift untuk memastikan pengawasan dan pengendalian air berjalan tanpa henti.

“Pompa kami nyalakan terus. Petugas pagi, sore, dan malam siaga penuh. Termasuk pembersihan sampah di saluran dan screen, serta kesiapan bahan bakar,” tegasnya.

Baca juga: Akar Lokal, Prestasi Global: 1.470 Lulusan UNTAG Surabaya Siap Taklukkan Dunia

Menurut Hidayat, banjir yang terjadi dipengaruhi dua faktor utama, yakni curah hujan tinggi dan kondisi lingkungan. Karena itu, selain langkah teknis seperti pengoperasian pompa, pintu air, hingga pengerukan saluran, partisipasi masyarakat dinilai sangat krusial.

“Kami mengajak warga tidak membuang sampah sembarangan, apalagi saat hujan. Saluran yang bersih akan mempercepat aliran air dan mengurangi genangan,” imbuhnya.

Hingga kini, seluruh pompa masih terus beroperasi dan kondisi lapangan dipantau berkala agar genangan segera surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Seleksi Paskibraka 2026, Pelajar Kelas X Siap-Siap Daftar

Untuk jangka panjang, Pemkot Surabaya juga menjalankan berbagai program strategis, mulai dari pembangunan dan penambahan rumah pompa, pelebaran serta pengerukan sungai, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari BMKG Juanda, warga pesisir Surabaya diminta waspada terhadap potensi banjir rob pada periode 13–20 Februari 2026 akibat pasang maksimum air laut. Selain itu, pada 15–21 Februari 2026 diperkirakan terjadi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, hujan es, hingga potensi angin puting beliung.

Pemkot pun memastikan kesiapsiagaan tetap ditingkatkan, sembari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru