MERAHPUTIH I SURABAYA – Momentum Ramadhan dan Idulfitri 2026 diproyeksikan kembali menjadi periode sibuk bagi industri telekomunikasi. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkirakan terjadi lonjakan trafik data yang signifikan di sejumlah wilayah Jawa Timur, bahkan menembus angka lebih dari 100 persen di lima daerah.
Senior Vice President Head of Technology Java Indosat, Yose Navirianto, mengungkapkan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas digital selama Ramadhan menjadi faktor utama melonjaknya kebutuhan layanan data.
Baca juga: Sego Boran Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025, Identitas Lamongan Kian Menguat
“Untuk trafik Lebaran di Jawa Timur kami prediksi meningkat sekitar 17,6 persen dibandingkan hari biasa. Karena itu kami melakukan penguatan jaringan, termasuk menambah delapan unit mobil BTS di sejumlah titik strategis,” ujar Yose dalam konferensi pers media update di Surabaya, Senin (23/2).
IOH mencatat lima daerah dengan potensi lonjakan trafik tertinggi selama Ramadhan hingga Lebaran 2026. Kota Mojokerto diperkirakan mengalami kenaikan paling signifikan, hampir 196 persen. Disusul Trenggalek sekitar 136 persen, Ngawi 102 persen, Magetan 103 persen, serta Madiun yang diproyeksikan meningkat hingga 100 persen.
Lonjakan tersebut dinilai selaras dengan pola tahunan, di mana kota-kota penyangga dan daerah tujuan mudik mengalami pertumbuhan trafik lebih tinggi dibandingkan kota besar. Selain arus mudik, peningkatan konsumsi layanan streaming, media sosial, pesan instan, hingga transaksi digital turut mendorong kebutuhan kapasitas jaringan yang lebih besar.
Untuk mengantisipasi kepadatan jaringan, IOH tidak hanya mengandalkan BTS eksisting, tetapi juga mengerahkan delapan unit mobile BTS.
Dua unit ditempatkan di Surabaya, masing-masing satu unit di Bojonegoro, Alun-Alun Kota Batu, Ngawi, Ponorogo, Bangkalan, serta Ketapang Banyuwangi. Penempatan ini difokuskan pada titik-titik dengan mobilitas tinggi seperti pusat keramaian, jalur mudik, hingga kawasan wisata.
Baca juga: Satpol PP Surabaya Sita 32 Botol Miras, Dua Restoran Langgar SE Ramadan
Selain penambahan perangkat bergerak, perusahaan juga melakukan peningkatan kapasitas dan modernisasi jaringan di sejumlah wilayah prioritas, termasuk Surabaya. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kualitas layanan tetap stabil saat puncak arus mudik dan perayaan Lebaran.
Tak hanya memperkuat sisi infrastruktur, IOH juga menyoroti aspek keamanan digital pelanggan. Melalui brand IM3, perusahaan menghadirkan fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Spam dan Scam Plus) yang diklaim sebagai layanan perlindungan dengan fitur WhatsApp Call pertama di Indonesia.
EVP Head of Circle Java IOH, Fahd Yudhanegoro, mengatakan pertumbuhan aktivasi fitur anti-scam tersebut di Surabaya dan Jawa Timur menunjukkan bahwa perlindungan digital kini menjadi kebutuhan utama pelanggan.
“Pada periode Ramadhan dan Lebaran, komunikasi serta transaksi digital meningkat tajam. Kami ingin pelanggan merasa tenang tanpa khawatir terhadap ancaman penipuan digital,” kata Fahd.
Baca juga: Gubernur Khofifah–Bupati Haris Turun Tangan, Penanganan Banjir Probolinggo Dikebut
Fitur SATSPAM+ bekerja secara real-time untuk mendeteksi dan memblokir nomor mencurigakan, baik melalui SMS, panggilan reguler, maupun WhatsApp Call. Pelanggan juga mendapatkan laporan harian yang dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan.
Menurut Fahd, kehadiran fitur ini sekaligus menegaskan strategi IOH untuk menjadi AI North Star di Indonesia. Perusahaan ingin menghadirkan teknologi berbasis kecerdasan buatan yang tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga melindungi masyarakat secara inklusif—terutama kelompok rentan seperti lansia dan warga di daerah terpencil yang kerap menjadi sasaran penipuan digital.
Dengan kombinasi penguatan jaringan dan perlindungan digital, IOH optimistis mampu menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan rasa aman pelanggan selama Ramadhan dan Lebaran 2026.(dpr)
Editor : Redaksi