MERAHPUTIH I SURABAYA – Ambisi PERSIB mempertahankan posisi puncak klasemen Super League 2025/26 memasuki ujian krusial. Pada pekan ke-24, Maung Bandung akan dijamu rival klasiknya, Persebaya Surabaya, di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (2/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Datang sebagai tim tamu, PERSIB tak berada dalam kondisi ideal. Dua nama, Julio Cesar dan Layvin Kurzawa, tidak dibawa ke Surabaya dan tetap berada di Bandung. Sementara gelandang jangkar Marc Klok baru saja pulih dari cedera dan belum sepenuhnya dalam kondisi terbaik. Namun, situasi tersebut tak menyurutkan keyakinan pelatih kepala Bojan Hodak.
Baca juga: Misi Tiga Poin di Surabaya, Persib Datang dengan Wajah Baru
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Hodak menegaskan anak asuhnya siap menghadapi tekanan, termasuk atmosfer panas yang selalu tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo.
“Tim Bernardo biasanya akan bekerja keras dan kuat. Saya yakin besok akan menjadi laga berat, tapi saya juga meyakini bahwa kami akan mendapatkan hasil positif,” ujar Hodak, merujuk pada racikan strategi pelatih anyar Persebaya, Bernardo Tavares.
Bagi PERSIB, laga ini bukan sekadar pertandingan tandang biasa. Posisi di puncak klasemen membuat setiap pertandingan menjadi krusial. Selisih poin yang ketat dengan para pesaing menuntut konsistensi tinggi di setiap pekan.
Hodak diyakini akan mengandalkan kolektivitas tim untuk menutupi absennya beberapa pilar. Kedalaman skuad menjadi kunci, terutama menghadapi Persebaya yang dikenal memiliki kecepatan di sektor sayap serta determinasi tinggi saat bermain di kandang.
Kapten tim, Federico Barba, memastikan ruang ganti PERSIB dalam suasana penuh keyakinan. Bek asal Italia itu menyebut tim pelatih sudah mengantisipasi kekuatan utama tuan rumah.
“Di latihan, pelatih telah mempersiapkan untuk mengantisipasi hal itu (kecepatan Persebaya). Kami siap untuk laga ini,” tegas Barba.
Menurutnya, disiplin dalam menjaga organisasi permainan akan menjadi faktor penentu. Terlebih, laga malam hari dengan dukungan penuh suporter tuan rumah kerap menghadirkan tekanan psikologis tersendiri.
Baca juga: Maung Bandung Bertolak dengan 22 Pemain, Haye Menyusul, Kurzawa Absen
Di sisi lain, Persebaya memandang duel ini sebagai momentum kebangkitan. Menghadapi tim juara sekaligus pemuncak klasemen menjadi kesempatan untuk mendongkrak posisi di papan atas.
Bernardo Tavares diyakini akan menurunkan komposisi terbaiknya demi mengamankan poin di kandang. Dukungan penuh dari Bonek—sebutan suporter Persebaya—diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain.
Salah satu penggawa Persebaya, Bruno Moreira, menekankan pentingnya peran suporter dalam laga besar seperti ini.
“Besok pertandingan bagus, kami akan melawan tim juara. Saya berharap suporter bisa memenuhi stadion karena para pemain butuh tambahan energi dari mereka,” ujarnya.
Baca juga: Persebaya Bangkit di GBT, Tumbangkan PSM dan Pulihkan Kepercayaan Diri
Ia menambahkan, kehadiran suporter dapat menjadi dorongan moral untuk memperbaiki posisi di klasemen. “Kedatangan suporter dapat membantu kami untuk kembali naik dan memperbaiki posisi di klasemen,” sambungnya.
Pertemuan PERSIB dan Persebaya selalu menyuguhkan intensitas tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan. Kali ini, duel taktik antara Hodak dan Tavares menjadi sorotan. Keduanya dikenal memiliki pendekatan berbeda dalam membangun permainan—Hodak dengan organisasi rapi dan transisi cepat, sementara Tavares mengedepankan pressing agresif dan kerja kolektif.
Laga ini diprediksi berlangsung ketat sejak menit awal. PERSIB memburu kemenangan untuk menjaga jarak di puncak, sementara Persebaya mengincar poin penuh demi memperbaiki posisi.
Apakah Pangeran Biru mampu menjaga singgasana? Atau justru Bajul Ijo yang menghentikan laju sang pemuncak? Jawabannya akan tersaji di Gelora Bung Tomo, dalam duel sarat gengsi yang tak pernah kehilangan bara rivalitasnya.(sub)
Editor : Redaksi