MERAHPUTIH I TUBAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggencarkan upaya pengendalian inflasi dengan menggelar pasar murah di depan Stasiun Lama Tuban, Kabupaten Tuban, Kamis (5/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah stabilisasi harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Ia menjelaskan bahwa lokasi pasar murah sengaja dipilih di kawasan permukiman yang dekat dengan Stasiun Lama Tuban, namun tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Hal ini dilakukan agar program tersebut benar-benar menyasar masyarakat secara langsung tanpa mengganggu aktivitas perdagangan di pasar.
Baca juga: NasDem Ziarah ke Makam Sunan Ampel, Teguhkan Spirit Ramadan dan Konsolidasi Kader
“Pasar murah hari ini kita gelar di dekat permukiman masyarakat, tepatnya di sekitar Stasiun Lama Tuban. Tujuannya supaya warga sekitar lebih mudah menjangkaunya. Saya selalu mengingatkan agar pasar murah tidak terlalu dekat dengan pasar tradisional,” ujar Khofifah.
Menurutnya, pasar murah bukan sekadar memberikan harga yang lebih murah bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasar. Dengan adanya intervensi harga melalui pasar murah, diharapkan gejolak harga kebutuhan pokok dapat dikendalikan.
“Pasar murah ini bukan hanya soal harga terjangkau, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar. Harapannya harga tetap terkendali dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang, apalagi saat Ramadan seperti sekarang,” tambahnya.
Khofifah juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur menjelang Idulfitri berada dalam kondisi aman. Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memantau distribusi dan stok logistik agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Ia mengakui bahwa menjelang hari besar keagamaan biasanya terjadi peningkatan permintaan bahan pangan rumah tangga. Namun masyarakat diminta tidak khawatir karena pemerintah terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi.
“Memang mendekati Idulfitri biasanya ada peningkatan kebutuhan logistik rumah tangga. Karena itu kita terus melakukan pengendalian inflasi dan stabilisasi harga, salah satunya melalui pasar murah seperti ini,” jelasnya.
Baca juga: Khofifah Resmikan Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan dan Gresik
Dalam pasar murah tersebut, berbagai komoditas strategis dijual dengan harga di bawah pasaran. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu tersedia pula gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam Rp30.000 per kemasan.
Tidak hanya menggelar pasar murah, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga menyerahkan bantuan beras kepada ratusan warga lanjut usia. Ia bahkan turut membagikan telur kepada ibu rumah tangga yang membawa anak sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal, Khofifah juga memborong berbagai produk UMKM yang dijual di lokasi kegiatan, mulai dari makanan hingga minuman. Langkah ini diharapkan dapat membantu menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Baca juga: Pemprov Jatim Perkuat Legalitas Aset dan Tempat Ibadah, 444 Sertipikat Diserahkan di Grahadi
Sementara itu, salah seorang warga, Darmiyah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang digelar di dekat tempat tinggalnya. Ia mengaku rela antre sejak siang demi mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Saya sudah antre sejak jam 12.30. Alhamdulillah senang sekali bisa dapat beras. Nanti dimasak untuk sahur dan berbuka. Harganya lebih murah jadi sangat membantu,” ujarnya.
Warga Jalan Barat Stasiun Barat Doromukti itu berharap kegiatan pasar murah seperti ini dapat terus digelar secara rutin, terutama saat harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan. Menurutnya, program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(red)
Editor : Redaksi