Khofifah Resmikan Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan dan Gresik
MERAHPUTIH I LAMONGAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana di 51 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Peresmian dipusatkan di SMAN 2 Lamongan pada Rabu (4/3).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis yang nantinya akan dipasang di masing-masing sekolah penerima program. Khofifah menegaskan bahwa prasasti tersebut tidak sekadar menandai selesainya pembangunan, tetapi juga menjadi pengingat agar seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat bersama.
Menurutnya, revitalisasi dan rehabilitasi sekolah dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi siswa. Ia juga meminta para kepala sekolah untuk terus melakukan monitoring serta menjaga fasilitas yang telah dibangun.
Khofifah menyoroti pentingnya kebersihan fasilitas sekolah, termasuk toilet yang kerap dianggap sepele. Ia menyebut kebersihan lingkungan sekolah menjadi bagian penting dari penerapan pola hidup bersih dan sehat bagi siswa.
Selain pembangunan fisik, sekolah di Lamongan dan Gresik juga menjalankan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Saat ini program tersebut telah diterapkan di 75 sekolah, terdiri dari 60 sekolah di Gresik dan 15 sekolah di Lamongan. Program ini mendorong sekolah mengembangkan pembelajaran berbasis praktik, seperti budidaya sayuran, buah, tanaman pangan, hingga kegiatan peternakan dan perikanan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebutkan revitalisasi dan rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Total ada 51 satuan pendidikan yang mendapatkan program pembangunan dengan anggaran sekitar Rp69,7 miliar,” ujarnya.
Rinciannya, Kabupaten Lamongan mendapat program revitalisasi di 32 sekolah dengan total anggaran Rp42,29 miliar. Sementara Kabupaten Gresik memperoleh program di 19 sekolah dengan total anggaran Rp27,4 miliar.
Sementara itu Bupati Lamongan Yuhronur Effendi menyambut positif program tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui program beasiswa bagi pelajar hingga jenjang perguruan tinggi.
Usai peresmian, Khofifah bersama jajaran pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan sembako kepada 15 petugas kebersihan dan keamanan sekolah serta bantuan pendidikan kepada 20 siswa dari keluarga prasejahtera. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan poster motivasi bagi siswa dan guru serta penyerahan Al-Qur’an kepada jajaran Forkopimda Lamongan.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih