Sapa Bansos di Sampang, Khofifah Perkuat Bantalan Sosial dan Ekonomi di Bulan Ramadhan
MERAHPUTIH I SAMPANG – Langit Ramadhan di Kabupaten Sampang terasa berbeda. Di area Pendopo Trunojoyo, Selasa (3/3), denyut kepedulian sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali bergaung. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melanjutkan rangkaian agenda “Sapa Bansos” dan Amaliah Ramadhan yang kini memasuki titik kedelapan penyaluran bantuan selama bulan suci.
Kunjungan ke Sampang bukan sekadar seremoni. Di hadapan ratusan penerima manfaat dan jajaran perangkat daerah, Khofifah menegaskan bahwa bantuan dengan jumlah mencapai 26,7 milyar itu disalurkan dirancang dengan dua pendekatan besar: bantalan sosial dan bantalan ekonomi. Dua skema ini, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan masyarakat di tengah tekanan ekonomi sekaligus mendorong kemandirian jangka panjang.
“Kita mendistribusikan berbagai program bansos dari Pemprov, ada yang bersifat bantalan sosial dan bersifat bantalan ekonomi,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, bantuan yang masuk kategori bantalan sosial meliputi asistensi sosial bagi penyandang disabilitas serta lansia. Skema ini dimaksudkan sebagai perlindungan langsung bagi kelompok rentan agar tetap memiliki daya tahan dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Sementara itu, program seperti KIP Jawara, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga zakat produktif masuk dalam kategori bantalan ekonomi. Model intervensi ini tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha, produktivitas, dan kemandirian keluarga penerima manfaat.
“Jadi di program ini ada dua, satu bersifat charity, satu bersifat penguatan ekonomi dan kemandirian,” imbuhnya.
Menurut Khofifah, penguatan struktur sosial masyarakat harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi keluarga. Ramadhan, kata dia, menjadi momentum tepat untuk memperkuat solidaritas sekaligus membangun optimisme kolektif.
Suasana hangat sempat mencair ketika Khofifah berbagi cerita mengenai bingkisan Al-Qur’an yang diterimanya dari Atase Kementerian Agama Arab Saudi. Ia menyebut momen tersebut sebagai simbol ukhuwah dan pengingat bahwa nilai-nilai spiritual harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan sosial.
Di sisi lain, Bupati Sampang Slamet Junaidi menilai kehadiran Gubernur Jawa Timur di wilayahnya sebagai bukti nyata komitmen Pemprov dalam memperhatikan masyarakat di daerah pesisir Madura itu.
“Kehadiran Gubernur hari ini bentuk nyata perhatian Pemprov Jatim terhadap masyarakat Sampang,” ujarnya.
Bagi Slamet Junaidi, bantuan yang diberikan bukan semata persoalan nominal. Lebih dari itu, bantuan tersebut adalah simbol keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil yang membutuhkan dukungan.
“Melainkan simbol bahwa pemerintah selalu hadir untuk masyarakat kecil,” tuturnya.
Tak hanya menyasar individu seperti KPM Lansia PKH Plus dan penerima KIP Putri Jawara, perhatian juga diberikan pada penguatan desa. Sebanyak 10 pemerintah desa di Sampang menerima bantuan keuangan khusus yang diarahkan untuk mendukung program Jatim Puspa Plus, Desa Berdaya, serta pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Slamet Junaidi berharap suntikan dana tersebut dapat dikelola secara optimal untuk memperkuat fondasi ekonomi desa. Dengan BUMDes yang sehat dan produktif, desa diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi mandiri yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.
“Sehingga kemandirian desa dapat terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang nyata,” pungkasnya.
Melalui rangkaian “Sapa Bansos” ini, Pemprov Jawa Timur ingin memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga lapisan terbawah. Di bulan yang penuh berkah ini, bantuan bukan hanya tentang angka, tetapi tentang harapan, bahwa dari Sampang, semangat kemandirian dan solidaritas sosial terus tumbuh dan menguat.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih