MERAHPUTIH I BANYUWANGI - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga amanah masyarakat dengan aktif turun langsung menyerap aspirasi warga di daerah. Hal itu disampaikannya saat kegiatan serap aspirasi di Masjid Besar Arraudlah, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Minggu (19/4/2026).
Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menilai, perjalanan panjang yang telah dilaluinya dari titik nol hingga dipercaya duduk di kursi parlemen menjadi pengingat kuat agar tidak mengkhianati kepercayaan publik. Ia menegaskan, amanah bukan sekadar janji politik, melainkan tanggung jawab yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
Baca juga: Lia Istifhama: Perempuan Harus Kuasai Ruang Digital, Bukan Sekadar Bersuara
“Perjuangan menuju titik ini tidak mudah. Karena itu, amanah masyarakat harus dijaga dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lia juga membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan. Ia mengaku pernah berada dalam kondisi finansial sangat sulit, bahkan di titik nol rupiah. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan tekadnya untuk tetap berbagi kepada sesama.
“Saya pernah tidak punya apa-apa, tapi tetap berusaha memberi semampu saya,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan pengalaman masa mudanya yang terbiasa bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan. Mulai dari berjualan berkas hingga mengajar kursus privat dijalaninya sambil menempuh pendidikan di beberapa kampus sekaligus.
Menurutnya, pengalaman jatuh bangun tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan integritas sebagai wakil rakyat. Ia meyakini, seseorang yang tidak melupakan prosesnya akan lebih kuat dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kalau ingat prosesnya, kita tidak akan mudah tergoda untuk mengkhianati amanah,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Lia menekankan pentingnya pola jemput bola dalam menyerap aspirasi masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan. Ia memastikan kehadiran wakil daerah di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memperjuangkan kebutuhan riil warga.
Baca juga: Lia Istifhama Dorong Kolaborasi CSR Perkuat Pengelolaan Dana Umat
“Kami hadir untuk memastikan suara masyarakat benar-benar sampai ke pusat dan diperjuangkan dalam kebijakan,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia mengingatkan bahwa setiap kesulitan pasti disertai jalan keluar, selama diiringi usaha dan keikhlasan.
Lia turut menekankan pentingnya integritas dalam kehidupan sosial maupun kepemimpinan. Nilai kejujuran, keikhlasan, serta menjauhi sifat kikir, dusta, dan munafik disebutnya sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik.
“Kepercayaan adalah hal paling mahal. Sekali dikhianati, akan sulit kembali,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama dan masyarakat, di antaranya KH Iskandar Dzulkarnain, KH Ir Achmad Wahyudi, serta tokoh muda seperti Gus Fathan dan Lora Masykuri. Turut hadir pula unsur Muspika Kecamatan Kalibaru.
Baca juga: Ning Lia: Jatim Butuh RPH Halal Modern untuk Jaga Kualitas dan Kehalalan
Dalam sambutannya, KH Achmad Wahyudi mengapresiasi kehadiran Lia Istifhama yang dinilai mampu membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Ia menilai, sinergi antara wakil rakyat dan warga harus terus diperkuat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kepentingan publik.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan meritokrasi dalam sistem pemerintahan. Menurutnya, penempatan seseorang berdasarkan kemampuan, prestasi, kompetensi, dan integritas akan mendorong birokrasi yang lebih adil, efisien, dan transparan.
“Dengan meritokrasi, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin kuat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Masjid Besar Arraudlah, H Mashuri, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan di bawah yayasan terus mengalami perkembangan positif. Ia menyebut, peningkatan kualitas tenaga pengajar yang telah tersertifikasi turut mendorong pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar.(pps)
Editor : Redaksi