MERAHPUTIH I SURABAYA - Musyawarah Daerah (Musda) IX Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Jawa Timur menjadi momentum penting bagi arah baru transportasi darat di provinsi ini. Bertempat di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (12/5/2026), forum tertinggi organisasi tersebut secara aklamasi menetapkan Firmansyah Mustafa sebagai Ketua DPD Organda Jatim periode 2026-2031.
Pemilihan berlangsung dalam suasana memanas namun tetap kondusif. Mengusung tema “Menjadikan Angkutan Umum Sebagai Pilihan Masyarakat Agar Efisiensi Tercapai Dengan Tetap Mengutamakan Keselamatan dan Pelayanan”, Musda IX dihadiri jajaran pengurus DPC Organda kabupaten/kota se-Jawa Timur serta para pelaku usaha transportasi darat.
Baca juga: Organda Jatim Siapkan Strategi Transportasi Penopang Ketahanan Pangan Nasional
Firmansyah melenggang mulus setelah memperoleh dukungan mayoritas dari peserta Musda. Dalam proses penjaringan bakal calon ketua, ia berhasil mengantongi 16 suara dukungan atau lebih dari 60 persen suara DPC Organda se-Jatim. Sementara pesaingnya, Suudi, hanya meraih 7 dukungan sehingga tidak memenuhi syarat minimal delapan suara untuk maju sebagai calon ketua.
Dengan hasil tersebut, forum Musda menetapkan Firmansyah sebagai calon tunggal sekaligus menyepakatinya secara aklamasi untuk memimpin Organda Jawa Timur hingga tahun 2031.
Terpilihnya kembali Firmansyah dinilai menjadi sinyal kuat bahwa mayoritas anggota masih menaruh kepercayaan terhadap kepemimpinannya dalam mengawal sektor transportasi darat di Jawa Timur. Di tengah tantangan transportasi modern, mulai dari persaingan dengan transportasi berbasis aplikasi hingga perubahan pola mobilitas masyarakat, Organda dituntut mampu beradaptasi dan menghadirkan layanan angkutan umum yang aman, nyaman, dan efisien.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Firmansyah menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta Musda yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya. Dalam pidatonya, ia mengakui sempat terbawa emosi selama jalannya forum dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh peserta.
“Alhamdulillah, dan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman DPC yang masih tetap percaya dan mendukung saya untuk menjadi Ketua DPC periode 2024-2029,” ujar Firmansyah disambut tepuk tangan peserta Musda.
Ia kemudian melanjutkan dengan nada penuh haru dan semangat. Firmansyah menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepadanya akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi membawa Organda Jatim menjadi organisasi yang lebih solid dan mampu menjawab berbagai persoalan transportasi di daerah.
“Mohon maaf, saya tadi sempat terpancing emosi. Sebetulnya nggak boleh seperti itu. Saya mohon maaf. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dukungannya,” katanya.
Baca juga: Mukerda IV Organda Jatim: Angkutan Umum Harus Jadi Pilihan Utama, Keselamatan Jadi Prioritas
Firmansyah juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia Musda yang dinilai sukses menyelenggarakan agenda organisasi hingga berjalan lancar dan demokratis.
“Panitia-panitia yang melaksanakan Musda ini sampai bisa sukses seperti sekarang ini, terima kasih,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan berbagai program dan cita-cita organisasi yang selama ini belum terealisasi. Ia meminta seluruh DPC di daerah tetap menjaga soliditas organisasi agar Organda mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem transportasi yang lebih baik.
“Saya janji, Pak! Saya janji saya akan bagaimana mewujudkan mimpi-mimpi saya. Masih banyak yang harus bisa kita jalankan. Tolong di daerah bisa tetap solid. Saya pernah janji, insyaallah itu akan terbukti nantinya,” tegasnya.
Tak hanya itu, Firmansyah juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi seluruh anggota Organda di daerah. Ia mengaku siap menerima kritik, masukan, hingga laporan persoalan transportasi dari kabupaten dan kota di Jawa Timur kapan pun dibutuhkan.
“Saya masih tetap terbuka untuk kritik-kritik, diberikan masukan, saya masih terbuka. Terutama apa langkah saya yang kurang baik, langsung telepon saja. HP saya 24 jam. WA dulu nggak apa-apa. Saya akan coba sebisa mungkin untuk bagaimana memecahkan permasalahan yang ada di kabupaten/kota,” tandasnya.
Musda IX Organda Jatim ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi dalam menghadapi tantangan sektor transportasi darat ke depan. Sejumlah isu strategis seperti peningkatan keselamatan angkutan umum, modernisasi armada, digitalisasi layanan transportasi, hingga penguatan sinergi dengan pemerintah daerah menjadi perhatian utama dalam forum tersebut.
Dengan kepemimpinan baru periode 2026-2031, Organda Jawa Timur diharapkan mampu mendorong transformasi angkutan umum agar kembali menjadi pilihan utama masyarakat di tengah semakin ketatnya persaingan moda transportasi.(pps)
Editor : Redaksi