MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggencarkan upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar di Kantor Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Rabu (20/5/2026). Program yang dijalankan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) tersebut disambut antusias warga sejak pagi hari.
Beragam kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibanding pasaran. Mulai dari beras, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, hingga daging ayam dan sapi menjadi incaran warga yang datang berbelanja.
Baca juga: SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Jamin Tak Ada Anak Putus Sekolah
Kepala Bidang Pangan DKPP Kota Surabaya, Muhammad Khusnul Amin, mengatakan Gerakan Pasar Murah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Pemkot Surabaya setiap bulan. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Tujuan utamanya untuk mengendalikan inflasi dan menekan harga kebutuhan pokok di Surabaya. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan harga yang lebih murah dibanding harga pasar,” ujar Khusnul Amin saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar, salah satunya minyak goreng Minyakita yang dipasarkan dengan harga Rp15 ribu hingga Rp15.700 per liter. Harga tersebut dinilai lebih rendah dibanding harga yang beredar di pasaran.
Tak hanya minyak goreng, beras premium juga dijual dengan harga lebih hemat. Untuk kemasan tiga kilogram, Pemkot menjual seharga Rp74 ribu, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai sekitar Rp77 ribu. Sementara beras SPHP juga dipasarkan di bawah harga umum.
Menurut Khusnul, stok bahan pokok yang dibawa dalam GPM kali ini cukup besar guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemkot menyediakan sekitar 20 karton Minyakita atau setara 240 liter, serta satu mobil pikap berisi beras premium dan medium dalam kemasan tiga hingga lima kilogram.
“Kita siapkan stok beras cukup banyak karena menjadi kebutuhan utama masyarakat. Untuk pembelian beras tidak dibatasi. Yang dibatasi hanya Minyakita, maksimal dua liter per warga,” jelas mantan Camat Asemrowo tersebut.
Ia berharap program Gerakan Pasar Murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
“Harapannya kegiatan ini terus berjalan dan semakin ditingkatkan karena sangat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Kehadiran pasar murah tersebut pun mendapat respons positif dari warga. Salah satunya Wartini Asih, warga Lembah Harapan, Kelurahan Lidah Wetan, yang mengaku terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang lebih murah.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tambah Mobil Perpustakaan Listrik, Layanan Literasi Kini Lebih Ramah Lingkungan
“Harganya lebih ringan dibanding pasar. Mumpung ada pasar murah saya beli beras dan minyak. Sangat membantu untuk kami rakyat kecil,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Nuraini yang turut membeli sejumlah kebutuhan pokok seperti cabai, minyak goreng, dan beras. Ia berharap kegiatan seperti ini lebih sering diadakan karena dinilai mampu meringankan pengeluaran rumah tangga.
“Senang sekali ada pasar murah seperti ini. Semoga sering diadakan karena sangat membantu masyarakat,” pungkasnya.(sub)
Editor : Redaksi