Lia Istifhama Ajak Jamaah Haji Perkuat Solidaritas dan Tetap Tenang Saat Armuzna

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I MEKAH - Di tengah berlangsungnya rangkaian puncak ibadah haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama mengingatkan pentingnya solidaritas dan ketenangan mental bagi para jamaah haji. Menurutnya, kekuatan psikologis menjadi faktor utama agar jamaah tetap sehat dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

“Solidaritas dan semangat persaudaraan antarjamaah menjadi kunci tumbuhnya psikologi yang nyaman. Dari situ kekuatan fisik juga akan terbangun secara alami karena kita sama-sama jauh dari keluarga dan berada di negeri orang,” ujar Lia, Rabu (28/5/2026).

Baca juga: Wukuf 2026 Berjalan Tertib, Ning Lia Apresiasi Layanan Haji Saudi dan Indonesia

Ia menilai kondisi cuaca ekstrem, kepadatan jutaan jamaah dari berbagai negara, hingga aktivitas ibadah yang padat membutuhkan sikap saling menguatkan antarsesama jamaah, terutama dalam satu rombongan maupun teman sekamar.

Lia juga membagikan pengalamannya saat harus berjalan sendiri dari Terminal Syib Amir menuju hotel usai perjalanan bus sholawat yang padat dan macet. Ia mengaku memilih tetap tenang dan berpikir positif meski berada di tengah lautan manusia menuju Masjidil Haram.

“Saya hanya berpikir sederhana, pasti banyak jamaah lain yang mengalami hal sama dan semuanya baik-baik saja. Kuncinya jangan panik dan terus fokus mencari penanda jamaah Indonesia,” katanya.

Baca juga: Jamaah Haji Diminta Tingkatkan Kepedulian Usai Jemaah Asal JKG Wafat di Makkah

Menurutnya, ketenangan dan keyakinan menjadi bekal penting selama pelaksanaan Armuzna, termasuk ketika terpisah dari rombongan saat lempar jumrah maupun perjalanan menuju tenda Mina.

Selain itu, Lia yang juga tergabung dalam tim pengawasan haji Komite III DPD RI mengakui berbagai tantangan teknis selama musim haji sulit dihindari. Mulai dari kemacetan, antrean panjang fasilitas umum, hingga kepadatan tenda di Mina merupakan kondisi yang harus diterima dengan ikhlas oleh jamaah.

“Kita harus memahami bahwa jutaan manusia berkumpul di tempat dan waktu yang sama. Ketidaknyamanan pasti ada, tetapi semoga itu menjadi bagian dari kepasrahan dan keikhlasan dalam beribadah,” tuturnya.

Baca juga: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi, Fokus Layanan Beralih ke Persiapan Armuzna

Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk tetap bersyukur karena telah mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji di tengah panjangnya antrean calon jamaah di Tanah Air.

“Apapun kesulitannya, insyaallah bisa dilalui. Yang penting jangan panik, tetap tenang, saling membantu, dan yakin semua akan kembali nyaman,” pungkasnya.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru