Graha Nusantara Smada Surabaya Diresmikan, Khofifah Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Jawa Timur Menuju Indonesia Emas 2045

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Semangat gotong royong, nasionalisme, dan komitmen membangun pendidikan berkualitas mewarnai peresmian Aula Graha Nusantara di SMA Negeri 2 Surabaya (Smada), Senin (1/6/2026). Peresmian yang dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, sehingga menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan.

Aula Graha Nusantara yang berada di lantai dua kompleks SMA Negeri 2 Surabaya di Jalan Wijaya Kusuma itu kini hadir sebagai fasilitas serbaguna modern yang dapat menampung hingga 400 orang dalam format teater. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, mulai seminar, pertemuan, kegiatan organisasi siswa hingga berbagai ajang kreativitas pelajar.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Khofifah: Persatuan dan Keadilan Jadi Kunci Perdamaian Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa-siswi berprestasi dari keluarga prasejahtera. Masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp1 juta sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan yang lebih merata.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa peresmian Graha Nusantara bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi juga menjadi simbol penguatan karakter kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat beragam, baik dari sisi suku, bahasa, adat istiadat, budaya maupun agama. Namun di tengah keragaman tersebut, bangsa Indonesia tetap mampu menjaga harmoni dan persatuan.

"Juni 2026 bertepatan dengan Hari Lahirnya Pancasila. Banyak diskursus baik bilateral maupun multilateral yang mempertanyakan apa yang menjadi perekat bangsa Indonesia yang beragam. Ketika mempresentasikan kunci perekat keberagaman itu, semua akan menyampaikan Pancasila," ujar Khofifah.

Ia menyebut, semangat kebangsaan yang ditanamkan di lingkungan Smada Surabaya telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang dan profesi di seluruh Indonesia maupun mancanegara.

"Alumni Smada di mana pun beraktivitas, mengabdikan diri di berbagai profesi dan sektor, hatinya merah putih, pikirannya merah putih, dan gerakannya juga merah putih," katanya.

Khofifah menilai SMA Negeri 2 Surabaya memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa. Sekolah yang pernah menjadi tempat menimba ilmu Proklamator RI, Soekarno, itu dinilai terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

"Smada luar biasa kontribusinya. Pertemuan gagasan yang lahir dari tempat ini menjadi bagian dari pertemuan gerakan. Tidak hanya melahirkan ide, tetapi juga melahirkan tindakan nyata yang memperkuat kebangsaan," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Salah satunya melalui program revitalisasi 15 ruang kelas di SMA Negeri 2 Surabaya yang akan dimulai pada Juni 2026.

Pemprov Jawa Timur, kata dia, telah menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp1,5 miliar. Selain itu, sekolah juga berpeluang memperoleh tambahan bantuan dari pemerintah pusat sekitar Rp781 juta.

"Ruang kelas bukan sekadar bangunan fisik. Ruang kelas adalah ruang untuk membangun harapan, ruang membangun semangat, ruang tumbuh kembang anak-anak agar terus berkembang menjadi lebih baik," ujarnya.

Khofifah kembali menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia dan sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintahannya sejak periode pertama memimpin Jawa Timur.

Ia mengaku sengaja menempatkan pendidikan sebagai agenda paling penting karena meyakini kualitas SDM akan menentukan masa depan daerah maupun bangsa.

"Jejak kami periode pertama memang pendidikan menjadi prioritas sangat utama. Kami ingin menyiapkan Jawa Timur juara dan pantas menjadi juara," katanya.

Baca juga: Waisak Jadi Momentum Perkuat Kerukunan dan Perdamaian, Khofifah Ajak Masyarakat Jatim Tebar Cinta Kasih

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Khofifah memaparkan bahwa Jawa Timur kembali mencatat prestasi nasional dalam penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri.

Menurutnya, pada jalur masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes maupun jalur tes yang diumumkan tahun ini, Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa diterima terbanyak secara nasional untuk ketujuh kalinya berturut-turut.

"Ketika semua orang berbicara tentang Indonesia Emas 2045, maka insya Allah yang mengisi posisi-posisi strategis di negeri ini adalah anak-anak Jawa Timur para juara," tegasnya.

Ia meyakini lulusan sekolah-sekolah unggulan seperti SMA Negeri 2 Surabaya akan menjadi bagian penting dalam mengisi kepemimpinan nasional pada masa mendatang.

"Pada saat Indonesia Emas 2045, anak-anak Jawa Timur akan menjadi pimpinan di pos-pos strategis Nusantara. Dan Smada Surabaya akan menjadi bagian dari penguat lahirnya generasi itu," katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Surabaya (IKA SMADABAYA), Nora Lelyana, mengungkapkan bahwa pembangunan Graha Nusantara lahir dari kebutuhan nyata sekolah yang selama ini hanya memiliki aula berkapasitas sekitar 150 orang.

Padahal, kata dia, Smada telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar dan berprestasi di berbagai bidang sehingga membutuhkan fasilitas yang lebih representatif untuk mendukung berbagai kegiatan.

"Kami hanya memiliki aula dengan kapasitas 150 orang. Dari kondisi itu, kepala sekolah dan komite sekolah menggandeng alumni untuk bersama-sama mencari solusi," ujarnya.

Karena keterbatasan lahan, pembangunan gedung baru tidak memungkinkan dilakukan. Solusi yang dipilih adalah mengoptimalkan ruang yang ada melalui perluasan dan pembangunan ulang aula lama.

Baca juga: WFH ASN Jatim Berlanjut, Khofifah Geser ke Jumat untuk Sinkron dengan Pemerintah Pusat

Perencanaan proyek dimulai pada Oktober 2024 dengan melibatkan tenaga profesional yang juga merupakan alumni sekolah. Peletakan batu pertama dilakukan pada 9 Februari 2025.

Awalnya proyek hanya berupa renovasi aula. Namun setelah dilakukan kajian teknis, ditemukan kondisi fondasi bangunan lama mengalami kemiringan dan tidak memungkinkan menopang struktur lantai dua.

"Kami akhirnya merobohkan seluruh bangunan dan membangun ulang. Jadi yang awalnya renovasi berubah menjadi pembangunan total," jelas Nora.

Perubahan desain tersebut berdampak pada peningkatan kebutuhan anggaran. Jika semula diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp1,7 miliar, nilai proyek akhirnya meningkat menjadi hampir Rp3 miliar karena turut mencakup renovasi sejumlah fasilitas pendukung di lantai bawah, termasuk perpustakaan, toilet, ruang server, serta perlengkapan aula seperti videotron dan pendingin ruangan.

Menariknya, seluruh pendanaan pembangunan Graha Nusantara berasal dari semangat gotong royong para alumni, komite sekolah, orang tua siswa, serta sejumlah donatur dan mitra yang peduli terhadap kemajuan pendidikan.

"Sumber pendanaan murni dari gotong royong. Nama-nama para donatur kami abadikan di dinding aula sebagai sebuah legasi," katanya.

Nora menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik melalui bantuan dana, tenaga, pemikiran maupun jaringan kerja sama sehingga pembangunan Graha Nusantara dapat terwujud.

Peresmian aula tersebut pun menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, alumni, masyarakat dan pemerintah mampu menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas sekaligus menjadi simbol kuat semangat kebersamaan dalam membangun generasi masa depan Indonesia.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru