MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperketat pengawasan terhadap armada pengangkut sampah guna memastikan proses distribusi dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berjalan aman dan tidak mengganggu lingkungan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebocoran air lindi yang dapat menimbulkan bau tidak sedap serta membahayakan pengguna jalan karena membuat permukaan jalan licin.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, inspeksi mendadak (sidak) rutin dilakukan terhadap armada pengangkut sampah, baik milik pemerintah maupun swasta. Salah satu pengawasan terbaru digelar di kawasan Jalan Raya Tandes pada Kamis (4/6/2026) malam.
Baca juga: Pemkot Surabaya Kebut Penataan Eks Hi-Tech Mal, Siap Jadi Rumah Baru Industri Kreatif
Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan bahwa dalam sidak tersebut petugas menemukan sejumlah kendaraan yang memerlukan perbaikan. Temuan tersebut meliputi kondisi bak kontainer milik armada swasta yang sudah mengalami kerusakan hingga pemeriksaan kelayakan operasional armada compactor milik DLH.
"Kami menemukan ada armada swasta dengan kondisi bak kontainer yang berlubang. Selain itu, kami juga memeriksa kondisi kendaraan DLH seperti lampu sein, sistem pengereman, dan lampu belakang. Ada satu kendaraan yang lampu rem belakangnya tidak berfungsi," ujar Wasis, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, setiap temuan kerusakan, meskipun tergolong ringan, harus segera ditindaklanjuti. DLH meminta para pengemudi maupun pengelola armada tidak menunda perbaikan hingga jadwal servis rutin berikutnya demi menjaga keselamatan selama operasional berlangsung.
Selain aspek keselamatan kendaraan, DLH juga menaruh perhatian khusus pada kondisi penampungan air lindi yang terdapat pada truk compactor. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran pada bagian penampungan maupun seal kendaraan yang berpotensi menyebabkan cairan sampah tumpah ke jalan.
Baca juga: BookCabin Travel Fair 2026 Hadir di Surabaya, Lion Group Bidik Peningkatan Mobilitas dan Pariwisata
"Kalau ada bagian yang keropos atau seal rusak, air lindi bisa keluar selama perjalanan. Itu yang kami pastikan tidak terjadi," katanya.
Dalam sidak tersebut, sekitar 10 armada pengangkut sampah milik DLH dan pihak swasta diperiksa secara menyeluruh. Pengawasan dilakukan pada jam operasional pengangkutan sampah, yakni sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.
Wasis mengungkapkan, beberapa kendaraan diketahui memiliki volume air lindi yang cukup banyak di dalam penampungan. Namun kondisi tersebut masih dinilai aman karena sistem penampungan berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kebocoran.
Baca juga: Operasi Gabungan Pajak Kendaraan Digelar di Surabaya, Pemkot Dorong Warga Taat Administrasi
"Kami sekalian menguras dan membersihkan penampungan yang sudah penuh. Memang ada yang volume lindinya cukup banyak, tetapi yang terpenting tidak bocor saat kendaraan beroperasi," jelasnya.
Pemkot Surabaya memastikan kegiatan pengawasan armada pengangkut sampah akan terus dilakukan secara berkala di berbagai jalur menuju TPA. Pemeriksaan tidak hanya menyasar wilayah selatan, tetapi juga jalur utara dan kendaraan yang melintasi akses tol.
Menurut Wasis, pengawasan rutin menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas pelayanan kebersihan kota sekaligus meminimalkan dampak lingkungan akibat proses pengangkutan sampah. Dengan armada yang selalu dalam kondisi laik jalan, diharapkan distribusi sampah menuju TPA dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.(sub)
Editor : Redaksi