MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kendala yang terjadi saat pelaksanaan Jalan Sehat 1 Muharram 1448 Hijriah di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (16/6).
Permohonan maaf tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat. Ia mengakui tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan yang digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam tersebut.
Baca juga: Jawa Timur dan Australia Perkuat Kemitraan Kesiapsiagaan Bencana
“Atas nama Pemprov Jatim, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi pada pelaksanaan Jalan Sehat 1 Muharram 1448 Hijriah hari ini,” ujar Imam.
Menurutnya, membludaknya peserta yang hadir menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam. Namun di sisi lain, kondisi tersebut memunculkan sejumlah dinamika di lapangan yang perlu menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang.
Imam menjelaskan, hasil evaluasi sementara menunjukkan masih terdapat sekitar 6.700 kupon undian dan sekitar 10.000 paket makanan ringan yang belum terdistribusikan hingga kegiatan berakhir. Padahal seluruh logistik tersebut telah ditempatkan di sejumlah pos yang berada di sepanjang rute jalan sehat.
Ia menegaskan bahwa panitia telah memastikan seluruh peserta yang mengikuti rute sesuai ketentuan memperoleh kupon undian dan paket makanan ringan. Namun berdasarkan pengecekan di lapangan, terdapat sejumlah warga yang tidak melalui mekanisme yang telah ditentukan sehingga tidak mendapatkan fasilitas tersebut.
“Tim di lapangan telah melakukan pengecekan dan memastikan peserta yang melewati pos-pos mendapatkan kupon serta paket makanan ringan. Setelah seluruh peserta melintas, ternyata masih terdapat sisa kupon dan snack box dalam jumlah cukup banyak,” katanya.
Menurut Imam, kondisi tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam evaluasi pelaksanaan kegiatan. Pemprov Jatim akan memperbaiki sistem distribusi logistik agar lebih efektif dan menjangkau seluruh peserta secara merata pada kegiatan berikutnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Jalan Sehat 1 Muharram bukan hanya kegiatan olahraga semata, melainkan bagian dari syiar dan refleksi makna hijrah yang diajarkan Rasulullah SAW.
“Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Dari pesimisme menjadi optimisme, dari individualisme menuju kepedulian sosial, dari kemalasan menuju produktivitas, serta dari pola hidup kurang sehat menuju gaya hidup yang lebih berkualitas,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jatim telah menyiapkan sekitar 150 personel internal yang dibantu berbagai unsur pendukung, termasuk pengelola Islamic Center. Seluruh petugas juga telah dibekali standar operasional prosedur (SOP) yang selama ini digunakan dalam berbagai kegiatan berskala besar.
Meski demikian, kepadatan massa yang terjadi di beberapa titik akibat tingginya jumlah peserta menyebabkan sejumlah kendala teknis tidak dapat dihindari.
“Kami telah menyiapkan petugas dengan SOP yang biasa diterapkan pada kegiatan serupa. Namun dinamika di lapangan menyebabkan penumpukan massa pada beberapa titik tertentu,” jelasnya.
Saat ini, seluruh sisa logistik berupa kupon undian dan paket makanan ringan telah diamankan di posko utama untuk dilakukan pendataan lebih lanjut. Pemprov Jatim juga memastikan berbagai hadiah yang belum sempat dibagikan kepada peserta tidak akan hangus.
Baca juga: Khofifah Ajak Warga Semarakkan Tahun Baru Islam 1448 H Lewat Jalan Sehat di Masjid Al Akbar
Sebaliknya, hadiah-hadiah tersebut akan kembali digunakan untuk mendukung agenda besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada kesempatan berikutnya.
“Seluruh hadiah tetap kami amankan dan akan digunakan kembali pada event-event besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendatang sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat,” ujar Imam.
Ia menambahkan, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi panitia untuk memperkuat manajemen kerumunan, pengaturan jalur peserta, serta mekanisme distribusi logistik pada kegiatan mendatang.
“Ini menjadi momentum evaluasi dan introspeksi bagi kami. Ke depan akan dilakukan perbaikan menyeluruh agar setiap kegiatan yang diselenggarakan Pemprov Jawa Timur dapat berlangsung lebih tertib, aman, nyaman, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pemprov Jatim berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tetap menjadi penguat persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik.(pps)
Editor : Redaksi