MERAHPUTIH I SURABAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) bersama Aliansi Mahasiswa Unair akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (17/6). Aksi yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB itu diperkirakan diikuti 400 hingga 500 mahasiswa.
Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Virawan, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran serta membebani anggaran negara.
Baca juga: Jaringan Alumni Jadi Fokus, IKA FH UNAIR Siapkan Pelantikan Pengurus Baru
Menurutnya, mahasiswa membawa 16 tuntutan dalam aksi tersebut. Namun, terdapat beberapa isu yang menjadi fokus utama, yakni penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta pencabutan Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat. Mereka juga menyuarakan penolakan terhadap praktik militerisme dan meminta militer dikembalikan pada fungsi pertahanan negara sesuai prinsip supremasi sipil.
Baca juga: Khofifah Dorong IKA UNAIR Selaraskan Program Alumni dengan Agenda Nasional
Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut menuntut penguatan independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pengusutan dugaan korupsi dalam program MBG, penuntasan kasus izin usaha pertambangan (IUP) palsu, penghentian tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil, hingga jaminan kebebasan pers.
Mahasiswa juga meminta pemerintah meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga kesehatan, serta memastikan pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca juga: Khofifah Lantik Pengurus Pusat IKA UNAIR, Alumni Didorong Jadi Orkestrator Pembangunan
Rizqi menegaskan, pemilihan Grahadi sebagai lokasi aksi bukan semata-mata untuk bertemu pejabat pemerintah, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran publik terhadap berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat.
Ia menambahkan, selain mahasiswa Unair, pihaknya membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain untuk bergabung dalam aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.(sub)
Editor : Redaksi