Wisman Meningkat, Pemprov Jatim Siapkan Regulasi Ketat Jip Bromo dan Wisata Berisiko Tinggi

harianmerahputih.id
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari

MERAHPUTIH I SURABAYA – Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperketat pengawasan dan standardisasi pada sejumlah destinasi unggulan, terutama kawasan wisata berisiko tinggi seperti Gunung Bromo, wisata gunung, laut, hingga aktivitas arung jeram.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan bahwa tren kunjungan wisatawan asing ke Jawa Timur menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Pemprov Jatim Gandeng Sekolah dan Kampus Swasta Sediakan Puluhan Ribu Beasiswa

Menurutnya, popularitas destinasi unggulan Jawa Timur di kalangan wisatawan mancanegara tidak terlepas dari peran media sosial dan para influencer internasional yang kerap membagikan pengalaman mereka saat berkunjung ke sejumlah objek wisata terkenal.

"Kunjungan wisatawan mancanegara memang mengalami peningkatan. Kemungkinan besar hal ini dipengaruhi banyaknya influencer yang datang ke destinasi favorit wisatawan asing seperti Bromo, Tumpak Sewu, dan Ijen. Publikasi yang mereka lakukan memberikan dampak besar terhadap promosi pariwisata Jawa Timur di tingkat internasional," kata Evy saat ditemui awak media di Grahadi Surabaya, Jumat (19/6).

Meningkatnya arus wisatawan tersebut, lanjutnya, harus diimbangi dengan peningkatan aspek keselamatan dan kenyamanan. Karena itu, Pemprov Jatim saat ini tengah menggodok Peraturan Gubernur yang secara khusus mengatur standardisasi kendaraan jip wisata yang beroperasi di kawasan Bromo.

Regulasi tersebut dibahas bersama empat kabupaten penyangga kawasan wisata Bromo, yakni Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Malang, dan Probolinggo. Dalam proses penyusunannya, pemerintah juga akan melibatkan para pelaku usaha transportasi wisata melalui mekanisme public hearing.

Evy menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam regulasi tersebut adalah memastikan seluruh kendaraan yang digunakan wisatawan memenuhi standar keselamatan dan kelaikan operasional.

"Kami menemukan adanya beberapa kendaraan yang telah dimodifikasi. Karena itu aspek keselamatan menjadi perhatian serius. Kendaraan yang beroperasi harus benar-benar laik jalan sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal bagi wisatawan," ujarnya.

Baca juga: OPOP Jatim dan Unair Dorong Koperasi Pesantren Bertransformasi Jadi Kekuatan Ekonomi Modern

Selain aspek keselamatan, regulasi tersebut juga akan mengatur standardisasi tarif jasa transportasi jip di kawasan Bromo. Selama ini, perbedaan harga yang cukup besar antarpelaku usaha berpotensi menimbulkan persaingan tidak sehat sekaligus membingungkan wisatawan.

Melalui regulasi yang sedang disusun, pemerintah berharap dapat menciptakan kesepakatan tarif yang lebih terukur sehingga tidak terjadi perang harga yang justru merugikan pelaku usaha maupun wisatawan.

"Kami ingin ada standar yang disepakati bersama sehingga pelayanan kepada wisatawan menjadi lebih baik dan pelaku usaha juga mendapatkan kepastian," jelasnya.

Tidak hanya di kawasan Bromo, Pemprov Jatim juga mulai mempersiapkan langkah penertiban terhadap pengelola wisata yang masuk kategori berisiko tinggi. Destinasi seperti pendakian gunung, wisata bahari, wisata perairan, hingga aktivitas arung jeram akan menjadi perhatian khusus pemerintah.

Baca juga: Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serentak, Jatim Perkuat Langkah Menuju Swasembada Gula

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pengelola wisata menerapkan standar operasional yang memadai, baik dari sisi keselamatan, kesiapan sumber daya manusia, maupun kelengkapan fasilitas pendukung.

Evy menegaskan bahwa keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama seiring meningkatnya jumlah kunjungan ke berbagai destinasi di Jawa Timur. Jangan sampai pertumbuhan sektor pariwisata justru dibayangi oleh insiden yang dapat merusak citra destinasi.

Pemerintah berharap upaya standardisasi dan pengawasan yang lebih ketat mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, terhadap kualitas destinasi wisata Jawa Timur.

Dengan kombinasi promosi digital yang semakin kuat, meningkatnya perhatian wisatawan asing, serta penguatan aspek keselamatan dan tata kelola destinasi, Jawa Timur optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru