Khofifah Bawa Misi Dagang, Transaksi Jatim-Riau Tembus Rp1 Triliun

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I PEKANBARU – Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau mencatatkan komitmen transaksi sebesar Rp1,066 triliun. Nilai tersebut hampir tiga kali lipat dibanding pelaksanaan misi dagang serupa pada 2020 yang mencapai Rp362,12 miliar.

Komitmen transaksi itu diumumkan dalam kegiatan yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (8/7). Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi bersama pelaku usaha dari kedua daerah.

Baca juga: Khofifah-Pangdam Resmikan Karya Bakti TNI di Madura, Fokus Percepat Pembangunan dan Kesejahteraan

Khofifah mengatakan, misi dagang menjadi instrumen untuk memperkuat kemitraan antardaerah sekaligus memperluas pasar produk unggulan dan memperkokoh rantai pasok nasional. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga membuka peluang investasi serta kerja sama bisnis jangka panjang.

"Dengan semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama, kami ingin membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan," ujarnya.

Dari total transaksi, penjualan produk Jawa Timur mencapai Rp704,88 miliar, sedangkan pembelian komoditas dari Riau sebesar Rp361,15 miliar. Jawa Timur memasok beragam produk pangan, peternakan, hasil perikanan, hingga industri, sementara Riau menyuplai komoditas strategis seperti pulp, udang vaname, arang tempurung kelapa, dan kelapa jambul.

Baca juga: Jatim Dominasi Kontingen Indonesia di WorldSkills Shanghai 2026, Pendidikan Vokasi Diuji di Panggung Dunia

Khofifah mengungkapkan kebutuhan pulp Jawa Timur yang sebagian besar dipenuhi dari Riau menjadi salah satu penyebab neraca perdagangan kedua provinsi masih defisit di pihak Jatim. Namun kondisi tersebut dinilai menunjukkan kuatnya keterkaitan ekonomi sekaligus peluang memperluas perdagangan dua arah.

Transaksi terbesar dalam misi dagang kali ini dilakukan PT Kharim Mandiri Indonesia, Kota Kediri, dengan PT Unggas Riau Perkasa senilai Rp202,19 miliar per tahun. Disusul transaksi PT Ayo Tani dengan dua perusahaan asal Pekanbaru senilai lebih dari Rp209 miliar, serta sejumlah transaksi di sektor peternakan, pangan, perikanan, pupuk, dan hasil perkebunan.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga memaparkan kinerja ekonomi Jawa Timur yang pada triwulan I 2026 tumbuh 5,96 persen (year-on-year), lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional. Jawa Timur juga mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp54,25 triliun pada triwulan I 2026 setelah sepanjang 2025 membukukan surplus Rp210,1 triliun.

Baca juga: Dari Balap Liar Menjadi Destinasi Wisata, Pemprov Jatim Kawal Legalitas Wisata Gledekan Tretes

Secara kumulatif, sejak 2019 hingga 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 52 misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp40,21 triliun yang melibatkan lebih dari 2.600 pelaku usaha.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menyatakan misi dagang ini menjadi momentum mempererat hubungan ekonomi kedua provinsi. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga memperluas investasi, melibatkan lebih banyak pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur maupun Riau. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru