MERAHPUTIH I BANDUNG – Babak baru dalam perjalanan karier Achmad Jufriyanto bersama PERSIB Bandung resmi dimulai. Setelah bertahun-tahun menjadi andalan di lini pertahanan dan ikut mempersembahkan berbagai prestasi bagi Maung Bandung, sosok yang akrab disapa Jupe itu kini menikmati tantangan baru sebagai asisten pelatih.
Pada sesi latihan PERSIB di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (13/7/2026), Jupe mengaku proses adaptasinya berjalan dengan baik. Meski tak lagi mengenakan seragam pemain, ia menilai semangat dan tanggung jawabnya terhadap tim tetap sama.
Baca juga: Kebugaran Pemain PERSIB Terus Meningkat, Igor Tolic Fokus Bangun Fondasi Tim di Awal Persiapan
"Intinya enggak ada yang berbeda. Cuma bajunya saja yang beda. Tapi sejauh ini saya mulai merasa menikmati apa yang menjadi peran saya sekarang ini," ujar Jupe.
Penunjukan Jupe sebagai bagian dari jajaran pelatih bukanlah keputusan yang datang secara tiba-tiba. Selama dua hingga tiga musim terakhir, mantan bek Timnas Indonesia tersebut telah menjalankan peran ganda sebagai pemain sekaligus pendamping tim pelatih. Pengalaman itu menjadi bekal penting sebelum akhirnya musim ini ia fokus sepenuhnya di dunia kepelatihan.
Jupe pun menyampaikan rasa terima kasih kepada mantan pelatih PERSIB, Bojan Hodak, beserta manajemen klub yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan untuk berkembang di jalur baru tersebut.
Menurutnya, kepercayaan itu menjadi motivasi untuk memberikan dedikasi terbaik bagi klub yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya selama satu dekade terakhir.
Meski mengaku tidak merasakan perubahan besar secara emosional, Jupe menyadari bahwa tanggung jawabnya kini jauh berbeda dibanding saat masih aktif bermain. Jika sebelumnya ia berperan sebagai pemimpin di lapangan dengan memberikan contoh secara langsung, kini ia dituntut menjadi penghubung antara pelatih kepala dan para pemain.
Sebagai asisten pelatih, komunikasi menjadi aspek yang paling penting dalam pekerjaannya. Ia harus memastikan seluruh instruksi taktik dari pelatih kepala dapat diterima pemain secara cepat, jelas, dan mudah dipahami.
"Hanya mungkin di tahun ini begitu saya full sebagai seorang asisten, artinya saya juga harus lebih aktif untuk memberikan informasi dari pelatih ke pemain. Pada saat Igor (Tolic) dan tim pelatih lain menjelaskan sesuatu, saya sebisa mungkin menyampaikan itu secepat dan sejelas mungkin ke pemain," jelasnya.
Perubahan peran tersebut membuat Jupe kini lebih banyak mengamati dinamika permainan dari sisi luar lapangan. Ia harus memahami kebutuhan pemain, membaca situasi latihan, hingga membantu pelatih dalam menyusun komunikasi yang efektif agar seluruh program berjalan sesuai rencana.
Baca juga: Bangun Fondasi Kebugaran, Luciano Guaycochea Optimistis Persib Siap Hadapi Empat Kompetisi
Menariknya, Jupe mengaku dunia kepelatihan bukanlah cita-cita yang telah dirancang sejak lama. Saat pertama kali bergabung bersama PERSIB sekitar sepuluh tahun silam, ia hanya fokus memberikan penampilan terbaik sebagai pemain profesional.
Namun, perjalanan karier bersama Bojan Hodak dalam tiga musim terakhir perlahan mengubah cara pandangnya. Kesempatan menjadi player-coach membuatnya mulai memahami pekerjaan seorang pelatih dan membuka ketertarikan untuk melanjutkan pengabdian di sepak bola dari sisi teknis.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting ketika akhirnya dipercaya masuk ke dalam tim kepelatihan secara penuh pada musim 2026/2027.
Mengenai kepemimpinan pelatih kepala Igor Tolic, Jupe menilai proses transisi berjalan relatif mulus. Menurutnya, karakter kepelatihan Tolic tidak jauh berbeda dengan Bojan Hodak karena sebelumnya telah lama bekerja bersama sebagai asisten pelatih.
Hal itu membuat para pemain tidak membutuhkan waktu adaptasi yang terlalu panjang terhadap metode latihan maupun pendekatan taktik yang diterapkan.
Jupe optimistis kesinambungan tersebut akan menjadi modal positif bagi PERSIB dalam menghadapi padatnya kompetisi musim ini.
Di sisi lain, ia menyadari tantangan yang dihadapi tim jauh lebih berat dibanding musim-musim sebelumnya. Status PERSIB sebagai tim yang sukses mencatatkan prestasi gemilang membuat ekspektasi publik terhadap Maung Bandung semakin tinggi.
Karena itu, Jupe bertekad memberikan kontribusi maksimal dari balik bangku pelatih, sama besarnya dengan dedikasi yang pernah ia tunjukkan ketika masih menjadi pemain.
"PERSIB kemarin hattrick, ke depannya tantangannya lebih besar, begitupun buat saya. Sekarang bagaimana saya bisa memaksimalkan kesempatan itu dan berkontribusi sama seperti saat saya masih bermain," pungkas Jupe.
Dengan pengalaman panjang sebagai pemain, pemahaman terhadap karakter klub, serta kedekatan dengan para pemain, kehadiran Achmad Jufriyanto di jajaran pelatih diharapkan menjadi nilai tambah bagi PERSIB dalam mempertahankan performa kompetitifnya pada musim 2026/2027. Ia kini memasuki babak baru pengabdian kepada Maung Bandung, bukan lagi sebagai benteng pertahanan di lapangan, melainkan sebagai sosok yang membantu membangun kekuatan tim dari balik garis tepi.(ban)
Editor : Redaksi