PKS-Demokrat Jatim Pererat Koalisi, Dorong Sinergi Politik untuk Kawal Pembangunan

harianmerahputih.id
Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetia Lelana itu disambut langsung Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

MERAHPUTIH I SURABAYA – Peta komunikasi politik di Jawa Timur kembali menghangat. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur menggelar silaturahmi politik ke Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Rabu (22/7/2026), sebagai langkah memperkuat sinergi antarkekuatan politik pendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kunjungan yang dipimpin Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetia Lelana itu disambut langsung Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama jajaran pengurus Demokrat. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Di balik obrolan santai yang diselingi canda, kedua partai membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pembangunan daerah hingga dinamika politik nasional.

Baca juga: Khofifah: Pemenuhan Hak Anak Jadi Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Bagi PKS, silaturahmi tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Bagus menegaskan komunikasi politik yang terjalin harus mampu melahirkan kolaborasi nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kami sengaja mengagendakan silaturahmi ini karena ingin memperkuat kolaborasi dengan sesama partai pendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Harapannya, komunikasi yang baik akan melahirkan sinergi yang semakin kuat dalam membangun Jawa Timur," kata Bagus.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen politik menjaga komunikasi dan menyatukan langkah. Karena itu, PKS ingin membangun hubungan yang tidak berhenti pada pertemuan formal, melainkan berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus memperkenalkan filosofi 3T yang menjadi pendekatan PKS dalam membangun hubungan politik.

Tahapan pertama adalah Ta'aruf, yaitu saling mengenal. Setelah itu Tafahum, saling memahami pandangan dan posisi masing-masing. Tahap terakhir adalah Ta'awun, yakni saling membantu dan menguatkan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Kalau proses itu berjalan, hubungan antarpartai tidak hanya harmonis, tetapi juga produktif. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Jawa Timur," ujarnya.

Bagus menilai PKS dan Demokrat memiliki tanggung jawab yang sama sebagai bagian dari partai pendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, ia berharap berbagai program yang dijalankan pemerintah dapat dikawal bersama agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Kebersamaan ini harus diwujudkan dalam kerja nyata, saling mendukung program-program yang berpihak kepada rakyat serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," tuturnya.

Selain membahas pembangunan daerah, kedua partai juga bertukar pandangan mengenai perkembangan politik nasional. Salah satu isu yang mengemuka ialah pembahasan sistem kepemiluan pascaputusan Mahkamah Konstitusi yang dinilai akan memengaruhi arah demokrasi ke depan.

Baca juga: Lilik Hendarwati Dorong Penanganan HIV/AIDS di Jatim Lebih Terintegrasi, Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Bagus mengatakan komunikasi antarkader partai menjadi penting agar berbagai aspirasi dari daerah dapat tersampaikan secara baik kepada pemerintah pusat melalui jalur konstitusional.

Sementara itu, Emil Elestianto Dardak menyambut positif inisiatif PKS mempererat komunikasi politik. Menurutnya, hubungan Demokrat dan PKS telah terbangun cukup lama dan menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas politik di Jawa Timur.

"Kami senang sekali bisa kembali mempererat tali persaudaraan dengan PKS. Kita memiliki sejarah kebersamaan yang panjang dan ingin terus merawatnya demi kepentingan masyarakat Jawa Timur," ujar Emil.

Emil menilai tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Kondisi fiskal yang terus berubah serta tingginya ekspektasi masyarakat membuat komunikasi lintas partai menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

"Diperlukan ruang dialog yang terbuka agar berbagai persoalan dapat dicarikan solusi bersama. Saya berharap komunikasi seperti ini terus berlanjut, bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga hingga kabupaten dan kota," katanya.

Baca juga: Dishub Jatim Kaji Ulang Skema Transit Trans Jatim di Medaeng, Integrasi Angkot Jadi Opsi

Dalam diskusi tersebut juga muncul gagasan membangun program pengabdian masyarakat secara bersama antara PKS dan Demokrat. Menurut Emil, kolaborasi dalam kegiatan sosial akan memperkuat persatuan sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan warna politik tidak menghalangi kerja sama untuk kepentingan publik.

Silaturahmi itu ditutup dengan suasana penuh keakraban. Sebelum acara berakhir, Bagus mengajak seluruh peserta menjaga semangat kebersamaan melalui sebuah pantun yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.

"Minum kopi di pagi hari, nikmat ditemani sepotong roti. PKS dan Demokrat bersinergi, menguatkan negeri sepenuh hati."

Rombongan PKS Jawa Timur yang hadir dalam pertemuan tersebut terdiri atas Sekretaris DPW Muhamad Syadid, Wakil Sekretaris Bustanul Arifin, Bendahara Nonot Suhartono, Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai Ahmad Junaidi, anggota DPRD Jawa Timur Agus Cahyono dan Harisandi Savari, serta Ketua Bidang Kepemudaan Cahyo Siswo Utomo.

Silaturahmi ini menjadi sinyal bahwa komunikasi antarkekuatan politik di Jawa Timur terus dijaga di tengah berbagai tantangan pembangunan. Di luar dinamika politik nasional, kedua partai sepakat bahwa kolaborasi dan dialog menjadi fondasi penting untuk memastikan program pembangunan daerah berjalan efektif dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru