RSUD Dr Soetomo Bidik Layanan Stem Cell, Khofifah Dorong Penghematan Devisa

Reporter : prass prasetyo

MERAHPUTIH I SURABAYA – RSUD Dr Soetomo Surabaya bersiap mengembangkan layanan stem cell atau sel punca untuk memperluas akses pengobatan berkualitas di dalam negeri. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap pengembangan layanan tersebut mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan di luar negeri sekaligus menghemat devisa.

Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-88 RSUD Dr Soetomo di Surabaya, Kamis (29/10). Ia mengapresiasi capaian rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut, termasuk keberhasilan meraih akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Baca juga: Job Fair Inklusif Jatim Buka 4.807 Lowongan, Khofifah Ajak Pencari Kerja Manfaatkan Peluang

Menurut Khofifah, pencapaian itu mencerminkan kerja profesional dan terukur dari jajaran manajemen serta tenaga kesehatan RSUD Dr Soetomo. Prestasi tersebut harus diiringi peningkatan mutu pelayanan dan akuntabilitas pengelolaan rumah sakit.

“Harapannya, masyarakat yang sebelumnya merasa lebih yakin berobat ke luar negeri kini juga percaya mendapatkan layanan di RSUD Dr Soetomo,” ujarnya.

Khofifah menilai pengembangan layanan berbasis teknologi medis mutakhir menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Salah satunya layanan stem cell yang kini tengah dipersiapkan RSUD Dr Soetomo.

Ia menyebut kebutuhan peralatan laboratorium menjadi salah satu tantangan pengembangan layanan tersebut. Namun, peluang kerja sama internasional mulai terbuka setelah adanya ketertarikan pihak Arab Saudi terhadap pengembangan fasilitas laboratorium yang diperlukan.

Baca juga: Khofifah Soroti Peran Pemuda Pamekasan dalam Sejarah Sumpah Pemuda

Jika didukung peralatan memadai dan izin operasional, layanan stem cell diharapkan menjadi alternatif pengobatan dalam negeri yang mampu memenuhi kebutuhan pasien dengan standar berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan pihaknya tengah menjalani proses perizinan layanan stem cell. Beberapa minggu terakhir, Kementerian Kesehatan telah melakukan verifikasi lapangan untuk perizinan pelayanan, sedangkan BPOM melakukan proses terkait Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Selama ini, pengembangan stem cell di RSUD Dr Soetomo masih berfokus pada kegiatan berbasis riset. Setelah seluruh perizinan terpenuhi, rumah sakit dapat melangkah ke tahap pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Tinjau Hari Pertama TKA di Malang, Khofifah Minta Siswa Tak Remehkan Mata Pelajaran

“Semoga dalam waktu dekat. Baru dilakukan verifikasi lapangan dan ada beberapa hal minor yang harus kami penuhi. Semoga tahun ini benar-benar bisa mandiri,” kata Cita.

Pengembangan layanan tersebut diharapkan memperkuat posisi RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit rujukan sekaligus memperluas pilihan pengobatan modern bagi masyarakat Indonesia.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru