Baso Juherman Kembali Pimpin Muaythai Jatim, Bidik Juara Umum PON 2028

Reporter : prass prasetyo
Baso Juherman kembali dipercaya memimpin Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur periode 2026-2030

MERAHPUTIH I SURABAYA – Baso Juherman kembali dipercaya memimpin Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur periode 2026-2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) MI Jatim di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Minggu (1/11/2026).

Dukungan bulat dari 34 pengurus kabupaten/kota menjadi modal Baso untuk melanjutkan pembinaan sekaligus mempertahankan dominasi Muaythai Jatim di tingkat nasional.

Baca juga: Dindik Jatim Pacu Bursa Kerja Sekolah, Buka Lebih Banyak Peluang Kerja bagi Lulusan SMA-SMK

Ketua KONI Jatim, M Nabil, menilai Baso layak kembali memimpin karena memiliki rekam jejak prestasi yang teruji. Di bawah kepemimpinannya, Muaythai Jatim berhasil menjadi juara umum PON 2024 serta dua kali berturut-turut meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada 2025 dan 2026.

"Pak Baso saya pikir sudah kredibel, legitimate, dan sudah teruji prestasinya. Olahraga itu kan alat ukurnya prestasi. Juara umum Kejurnas 2025, Kejurnas 2026 juara umum lagi," ujar Nabil.

Ia berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan capaian tersebut pada PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Apalagi, terdapat peluang penambahan nomor pertandingan yang bisa membuka kesempatan meraih lebih banyak medali.

"Sudah harus berpikir bagaimana mendesain PON 2028 karena nomornya nanti mungkin bisa ditambah. Kita sudah harus menyiapkan diri untuk itu. Dari enam emas, mudah-mudahan kita bisa dapat lebih banyak," katanya.

Baso menyambut kepercayaan tersebut dengan memasang target tinggi. Ia ingin Muaythai Jatim kembali menjadi juara umum PON 2028 dengan perolehan medali emas yang melampaui capaian sebelumnya.

Baca juga: MAKI Jatim Ajak 1.000 Pelajar Banyuwangi Lawan Perundungan

"Target kita tentu juara umum PON di tahun 2028," tegasnya.

Untuk mewujudkan target itu, MI Jatim akan mempertahankan pola pembinaan berkelanjutan melalui latihan dan kompetisi rutin. Salah satunya dengan menggelar Liga Muaythai Jatim setiap tiga bulan sebagai wadah atlet menguji kemampuan sekaligus menjadi ajang seleksi.

Baso menegaskan, proses penjaringan atlet akan dilakukan secara kompetitif melalui sistem promosi dan degradasi. Atlet yang tidak mampu menunjukkan performa, kurang disiplin, atau gagal bersaing di Pusat Latihan Daerah (Puslatda) dapat digantikan oleh atlet lain yang dinilai lebih potensial.

"Atlet Puslatda yang tidak mampu berkompetisi, yang tidak disiplin, saya akan coret dan akan diganti dengan atlet-atlet lain yang punya potensi bisa meraih emas di PON 2028," jelasnya.

Baca juga: Guru SMK Ponorogo Angkat Legenda Reog Lewat Animasi, Raih Juara Pelatihan AI

Selain memperkuat tim yang sudah terbentuk, MI Jatim juga memperluas pembinaan melalui jalur olahraga pelajar. Untuk pertama kalinya, Muaythai dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim 2026.

Keikutsertaan tersebut diharapkan menjadi pintu penjaringan atlet muda sekaligus memperluas regenerasi petarung potensial di Jawa Timur. Dengan demikian, MI Jatim memiliki lebih banyak pilihan atlet untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Kepengurusan Baso periode 2026-2030 kini dihadapkan pada tantangan mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan kualitas regenerasi. Seluruh program pembinaan diarahkan untuk satu sasaran utama, yakni membawa Muaythai Jawa Timur kembali menjadi kekuatan terbaik pada PON 2028.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru