Dindik Jatim Pacu Bursa Kerja Sekolah, Buka Lebih Banyak Peluang Kerja bagi Lulusan SMA-SMK

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mendorong Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Jatim memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Langkah ini dinilai penting untuk memperbesar akses lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan peluang lulusan SMA dan SMK memasuki dunia kerja.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kemampuan sekolah menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik maupun keterampilan teknis. Sekolah juga perlu memastikan peserta didik memiliki akses terhadap informasi pekerjaan dan peluang untuk memasuki industri sesuai bidang keahliannya.

Baca juga: Baso Juherman Kembali Pimpin Muaythai Jatim, Bidik Juara Umum PON 2028

Karena itu, keberadaan Bursa Kerja Khusus (BKK) di satuan pendidikan serta FBKK sebagai wadah koordinasi dinilai memiliki posisi strategis dalam mempertemukan lulusan dengan kebutuhan perusahaan.

“Harapan kami, melalui kepengurusan FBKK yang baru ini, semakin banyak jejaring kerja yang dapat dibangun, semakin luas kemitraan yang bisa dijalin, dan semakin terbuka peluang kerja bagi murid-murid kita,” ujar Aries dalam keterangannya di Surabaya, Minggu.

Menurut Aries, tantangan penyerapan tenaga kerja semakin kompleks seiring perubahan teknologi dan dinamika kebutuhan industri. Kompetensi yang dibutuhkan perusahaan terus berkembang sehingga sekolah harus mampu menyesuaikan materi pembelajaran dan keterampilan lulusan dengan kondisi dunia kerja.

Dalam situasi tersebut, BKK tidak boleh hanya berfungsi sebagai penyedia informasi lowongan pekerjaan. Lembaga ini harus mengambil peran lebih aktif dalam membangun hubungan dengan perusahaan, asosiasi industri, hingga lembaga pelatihan kerja.

Aries menginginkan kemitraan yang dibangun FBKK memberikan dampak langsung bagi peserta didik. Manfaatnya tidak berhenti pada penyebaran informasi, tetapi berlanjut hingga proses rekrutmen dan penempatan tenaga kerja.

“Harus ada manfaat yang benar-benar dirasakan oleh murid, mulai dari akses informasi lowongan pekerjaan, rekrutmen tenaga kerja, program pemagangan, pelatihan berbasis kebutuhan industri, hingga penempatan kerja,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pengelola BKK diminta memiliki pemetaan mitra industri yang jelas. Sekolah juga perlu memperbarui informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja agar peluang yang tersedia sesuai dengan kompetensi lulusan.

Aries menegaskan, sekolah tidak bisa hanya bersikap pasif dengan menunggu perusahaan datang menawarkan pekerjaan. Sebaliknya, pengelola BKK harus proaktif mendatangi perusahaan, membangun komunikasi, serta mencari kemungkinan kerja sama yang dapat membuka jalur rekrutmen bagi lulusan.

Upaya tersebut juga perlu ditopang koordinasi yang lebih kuat di antara anggota FBKK. Pertukaran informasi dan pengalaman antarsekolah menjadi salah satu cara untuk memperluas akses kerja secara lebih merata.

Baca juga: MAKI Jatim Ajak 1.000 Pelajar Banyuwangi Lawan Perundungan

Sekolah yang telah berhasil membangun kemitraan dengan perusahaan diharapkan membagikan pengalaman dan pola kerja sama kepada satuan pendidikan lainnya. Dengan demikian, peluang memperoleh akses industri tidak hanya terkonsentrasi pada sekolah yang sudah memiliki jaringan luas.

Karakter Lulusan Jadi Perhatian

Selain memperkuat keterampilan teknis atau hard skills, Dindik Jatim turut menyoroti pentingnya pembentukan karakter peserta didik sebelum memasuki lingkungan profesional.

Aries menilai, kemampuan teknis saja belum cukup untuk menjamin seseorang mampu bertahan dan berkembang di dunia kerja. Perusahaan juga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta kesanggupan beradaptasi dengan perubahan.

Karakter tersebut harus menjadi bagian dari proses pendidikan sehingga lulusan tidak hanya siap secara keterampilan, tetapi juga memiliki sikap profesional ketika bekerja.

Baca juga: Guru SMK Ponorogo Angkat Legenda Reog Lewat Animasi, Raih Juara Pelatihan AI

“Ada lima hal penting yang harus kita siapkan dari anak-anak kita. Mereka harus mampu bekerja, mampu dipercaya, mampu bekerja sama, mampu terus belajar, dan mampu menjaga diri,” ungkapnya.

Lima kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan untuk menghadapi persaingan kerja yang semakin dinamis. Kemampuan bekerja berkaitan dengan penguasaan kompetensi, sementara kepercayaan dan kerja sama menjadi fondasi dalam membangun hubungan profesional.

Di sisi lain, kemauan untuk terus belajar diperlukan agar lulusan mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri. Kemampuan menjaga diri juga menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan di lingkungan kerja.

Melalui penguatan peran FBKK dan BKK, Dindik Jatim berharap hubungan antara sekolah dan industri tidak sebatas kerja sama formal, tetapi berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan.

Dengan jaringan industri yang semakin luas, informasi kebutuhan tenaga kerja yang lebih terbuka, serta kesiapan kompetensi dan karakter lulusan, peluang alumni SMA dan SMK Jawa Timur untuk terserap di dunia kerja diharapkan semakin besar.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru