Outbound AMN Surabaya Perkuat Persatuan dan Jiwa Kepemimpinan 442 Mahasiswa

Reporter : prass prasetyo
Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya membangun karakter, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan mahasiswa melalui kegiatan outbound

MERAHPUTIH I MOJOKERTO – Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya membangun karakter, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan mahasiswa melalui kegiatan outbound bertajuk Harmoni Nusantara: Adaptasi dalam Tradisi, Bersatu dalam Aksi. Kegiatan selama tiga hari, 30 Oktober hingga 1 November 2026, di Vanda Hotel & Resort, Mojokerto, tersebut diikuti 442 mahasiswa penghuni angkatan 2025 dan 2026 serta jajaran pegawai AMN Surabaya.

Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi mahasiswa penerima beasiswa negara yang berasal dari beragam suku, budaya, dan agama. Mereka didorong untuk membangun komunikasi, memperkuat solidaritas, serta menjadikan keberagaman sebagai modal utama dalam menjaga persatuan.

Baca juga: SRC 2026 Jadi Tolok Ukur Kekuatan Atlet Surabaya Menuju Porprov Jatim 2027

Mewakili pengelola AMN Surabaya, Dhian Satria Yudha Kartika menjelaskan, outbound tersebut sengaja dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dari dua angkatan agar terbangun hubungan yang lebih erat.

Menurutnya, perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam menciptakan lingkungan asrama yang harmonis.

"Outbound ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mempertemukan adik-adik penghuni angkatan 2025 dan 2026. Meskipun mereka dipersatukan dalam perbedaan budaya, suku, dan agama, kegiatan ini justru menjadi momen untuk saling mengenal. Perbedaan tidak seharusnya memisahkan, melainkan menjadi kekuatan yang mempererat persatuan," ujar Dhian.

Ketua Pelaksana, Putri Ayu Andarwanti, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rekreasi bersama. Lebih dari itu, outbound diarahkan untuk membentuk ikatan kekeluargaan di antara seluruh penghuni AMN Surabaya.

"Tujuan utama kami menyelenggarakan outbound ini adalah untuk mempererat hubungan antarpenghuni penerima Beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya, sekaligus menyatukan keberagaman budaya, suku, agama, dan ras dalam satu ikatan kekeluargaan," ungkap Putri.

Selama tiga hari, peserta mengikuti serangkaian kegiatan pembekalan dan pelatihan karakter. Materi indoor menghadirkan Prof. Dr. Ir. Sukendah, M.Sc. dan Dr. Umi Dayati, M.Pd. yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya merawat keberagaman, memperkuat persatuan, serta mengenali potensi kekayaan alam Nusantara.

Pembinaan berlanjut melalui kegiatan outdoor yang menitikberatkan pada kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan menyelesaikan persoalan. Berbagai permainan dinamika kelompok dirancang untuk menguji kekompakan sekaligus melatih mahasiswa mengambil keputusan dalam menghadapi tantangan.

Pada hari kedua, peserta mengikuti prosesi penciuman bendera Merah Putih sebagai simbol nasionalisme dan kesetiaan kepada bangsa. Agenda tersebut dilanjutkan dengan malam keakraban melalui penyalaan api unggun dan lomba flashmob yang menampilkan kreativitas serta kekompakan antarkelompok.

Baca juga: Lima Rumah Pompa Baru Surabaya Ditargetkan Beroperasi 1 Desember

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari ketiga dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa yang dinilai paling aktif selama outbound berlangsung.

Pimpinan AMN Surabaya, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT., IPU., menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai. Nilai kedisiplinan, solidaritas, kepemimpinan, dan bela negara harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui outbound ini, kami berharap dapat membentuk karakter jiwa korsa dan semangat bela negara pada mahasiswa AMN Surabaya. Nilai-nilai yang didapat selama pelatihan hendaknya diimplementasikan saat kembali ke asrama, dan lebih jauh lagi, diterapkan di tengah masyarakat ketika mereka telah lulus nanti," kata Prof. Fauzi.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga komunikasi, mempertahankan kekompakan, dan saling mendukung dalam mengembangkan potensi masing-masing. Selain itu, mahasiswa diminta tetap memprioritaskan pendidikan dan menyelesaikan studi tepat waktu.

Menurutnya, keberhasilan akademik merupakan bentuk tanggung jawab mahasiswa atas kesempatan memperoleh pembiayaan pendidikan dari negara.

Baca juga: Parade Juang 2026, Dishub Surabaya Siapkan 14 Kantong Parkir dan Rekayasa Lalu Lintas

Antusiasme peserta turut mewarnai kegiatan tersebut. Amadea Beriel Triscila mengaku mendapatkan pengalaman berkesan meski harus memulai aktivitas sejak dini hari.

Ia menyebut permainan air estafet bola dengan meniup gelas menjadi salah satu kegiatan yang paling menyenangkan. Berbagai tantangan yang disiapkan panitia mampu membangkitkan semangat peserta sekaligus mencairkan suasana antarpenghuni asrama.

Pengalaman serupa disampaikan Ihsan Al Haitami. Ia menilai suasana sejuk Mojokerto memberikan penyegaran setelah terbiasa menjalani aktivitas di Surabaya.

Ihsan berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat hubungan mahasiswa angkatan 2025 dan 2026. Menurutnya, pembagian kelompok dalam berbagai permainan justru menjadi kesempatan untuk mengenal lebih banyak teman.

Melalui outbound ini, AMN Surabaya menegaskan bahwa pembinaan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Penguatan karakter, kepemimpinan, toleransi, dan nasionalisme juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjaga persatuan serta berkontribusi bagi Indonesia.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru