MERAHPUTIH I SURABAYA – Tim dari Kabupaten Ponorogo berhasil meraih juara pertama sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Gubernur Jawa Timur dalam Urban Roots Festival 2026. Pengumuman pemenang berlangsung dalam Awarding Night Urban Roots 2026 di Gedung Cak Durasim, UPT Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Jumat (30/10) malam.
Festival yang digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi ruang apresiasi bagi kreativitas generasi muda dalam mengembangkan seni tari dan musik berbasis akar budaya lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mengatakan Urban Roots merupakan bagian dari program seni waris dalam Jatim Harmoni, salah satu program Nawa Bakti Satya yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk melindungi, melestarikan, menjaga, sekaligus mengembangkan kebudayaan asli Jawa Timur agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas daerah.
Evy menjelaskan, Urban Roots juga lahir dari kekhawatiran terhadap semakin tergerusnya sejumlah kesenian tradisional, termasuk seni tari dan musik daerah.
"Urban Roots hadir untuk menggali kesenian asli daerah masing-masing. Kami khawatir ada beberapa kesenian yang hampir punah, sementara generasi muda belum tentu menyadari kondisi tersebut," ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, tercatat 58 kelompok mendaftar yang berasal dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Setelah melalui proses kurasi oleh dewan juri, sebanyak 10 kelompok terpilih sebagai finalis dan mendapatkan pembekalan sebelum tampil pada malam penentuan.
Evy berharap kompetisi tersebut mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif.
Mewakili Gubernur Jawa Timur, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan para pemenang.
Ia menegaskan, peserta yang belum berhasil meraih gelar juara tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui pembinaan dan penciptaan inovasi seni.
"Para pemuda perlu terus dibina agar mampu melahirkan kreasi dan inovasi di bidang seni. Kemajuan bangsa juga ditentukan oleh perkembangan seni dan inovasi yang dimiliki negeri ini," kata Imam.
Dalam kompetisi tersebut, Kabupaten Ponorogo keluar sebagai juara pertama sekaligus peraih Piala Bergilir Gubernur Jawa Timur. Posisi kedua ditempati Kabupaten Banyuwangi, sedangkan juara ketiga diraih Don Bradam Management dari Surabaya.
Adapun penghargaan lainnya diberikan kepada Sanggar LWW dari Kabupaten Tulungagung sebagai Harapan 2, Tari Linggot Bogo dari Kabupaten Nganjuk sebagai Harapan 3, serta Kabupaten Tuban sebagai Harapan 1.
Sementara itu, posisi finalis lainnya ditempati Komunitas Klungceng dari Kabupaten Banyuwangi, Suro Budoyo dari Kabupaten Sidoarjo, Gitalala Nusantara dari Kota Kediri, serta Gong Kiai Prada dari Kabupaten Blitar.
Sebagai kelanjutan festival, para peraih juara pertama, kedua, dan ketiga dijadwalkan tampil dalam pertunjukan kolaborasi pada Desember mendatang. Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang lanjutan bagi para pelaku seni muda untuk memperkenalkan karya sekaligus memperkuat keberadaan kesenian tradisional Jawa Timur.(pps)
Editor : Redaksi