MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai memetakan kekuatan atlet daerah sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui gelaran Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 yang resmi ditutup di Gelora Pancasila, Minggu (1/11/2026) malam.
Melibatkan sekitar 38 cabang olahraga (cabor), SRC 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus sarana mengukur perkembangan atlet Surabaya setelah menjalani program Pemusatan Latihan Cabang (Puslatcab). Hasil pertandingan juga menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kesiapan atlet menghadapi persaingan di Porprov mendatang.
Baca juga: Outbound AMN Surabaya Perkuat Persatuan dan Jiwa Kepemimpinan 442 Mahasiswa
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan kompetisi tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan atlet Kota Pahlawan sekaligus kekuatan daerah pesaing di Jawa Timur.
Menurutnya, performa atlet Surabaya dalam sejumlah cabang olahraga menunjukkan hasil positif. Pemkot pun memasang target ambisius dengan membidik 250 medali emas pada Porprov Jatim 2027.
"Melalui Surabaya Rising Champion, kami bisa melihat sejauh mana kemampuan atlet Surabaya, sekaligus memetakan kekuatan daerah lain. Ini menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov 2027. Harapannya, target 250 medali emas untuk Surabaya bisa tercapai," kata Herry.
Ia menegaskan, hasil SRC tidak berhenti pada penentuan pemenang. Performa atlet akan menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi peserta Puslatcab. Pemerintah akan terus memantau perkembangan mereka selama menjalani latihan, termasuk mempertimbangkan pergantian atlet jika tidak menunjukkan peningkatan kemampuan.
Herry meminta para atlet menjaga konsistensi dan tidak terpaku pada ambisi meraih gelar juara. Menurutnya, proses latihan, kemauan berjuang, serta peningkatan kemampuan menjadi modal utama untuk mencapai prestasi.
Selain pembinaan atlet, kesiapan fasilitas pertandingan juga menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya, pemerintah telah melakukan survei terhadap sejumlah venue yang berpotensi digunakan dalam Porprov 2027.
Koordinasi juga dilakukan dengan perguruan tinggi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengoptimalkan fasilitas olahraga yang bukan merupakan aset milik Pemkot Surabaya.
"Kami siap menjadi tuan rumah Porprov 2027 dan memberikan fasilitas serta dukungan penuh kepada atlet Surabaya. Venue-venue juga sudah disurvei bersama KONI. Tinggal memastikan kelayakannya dan menindaklanjuti hal-hal yang masih perlu diperbaiki," jelasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom, menilai SRC 2026 memberikan ruang kompetisi yang penting bagi atlet binaan. Setelah menjalani Puslatcab sejak April 2026, para atlet membutuhkan kesempatan bertanding untuk menguji hasil latihan sekaligus menambah pengalaman.
Baca juga: Lima Rumah Pompa Baru Surabaya Ditargetkan Beroperasi 1 Desember
Menurut Arderio, atmosfer pertandingan di kandang sendiri juga memiliki tantangan tersendiri. Tekanan bermain di hadapan publik sendiri menjadi pengalaman yang perlu dipersiapkan sebelum atlet menghadapi kompetisi di luar daerah.
"Surabaya Rising Champion menjadi salah satu indikator untuk menyaring atlet yang dipersiapkan menuju Porprov. Semakin sering mereka bertanding, semakin banyak pengalaman yang didapat. Apalagi, bertanding di kota sendiri memiliki tekanan yang berbeda dibandingkan ketika bermain di luar daerah," ujarnya.
KONI Surabaya, lanjut Arderio, menerapkan evaluasi berkala terhadap atlet dan pelatih. Perkembangan atlet ditinjau setiap tiga bulan, sedangkan kinerja pelatih dievaluasi setiap enam bulan.
Ia berharap kesempatan mengikuti Puslatcab dimanfaatkan secara maksimal agar para atlet mampu menjaga performa hingga pelaksanaan Porprov 2027.
Di sisi lain, Ketua SRC 2026 Rahmat Haidar Pasha menyebut penyelenggaraan tahun ini mendapat respons lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Peningkatan terlihat dari jumlah pendaftaran peserta yang melibatkan sekitar 38 cabang olahraga. Cabor selam menjadi salah satu yang mencatat partisipasi cukup tinggi.
Pasha menilai tingginya antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan atlet muda di Surabaya. Kompetisi antardaerah juga memberikan pengalaman sekaligus gambaran mengenai kemampuan atlet dalam menghadapi lawan dengan tingkat persaingan berbeda.
Baca juga: Baso Juherman Kembali Pimpin Muaythai Jatim, Bidik Juara Umum PON 2028
Dari hasil pertandingan, sejumlah tim Surabaya mampu mendominasi beberapa cabang olahraga dan meraih gelar juara di berbagai kelompok umur.
"Kalau melihat hasil pertandingan, performa atlet Surabaya cukup baik. Di beberapa cabor, tim Surabaya mampu mendominasi dan menjadi juara di berbagai kelompok umur. Ini menunjukkan bahwa kompetisi seperti SRC bisa menjadi sarana untuk melihat perkembangan sekaligus mengukur kemampuan atlet," ungkapnya.
Pasha menambahkan, penyelenggaraan SRC berikutnya berpeluang diperluas. Jika tahun ini masih berfokus pada peserta dari Jawa Timur, pihaknya membuka kemungkinan menghadirkan kompetisi dengan cakupan nasional.
Ia juga mengingatkan atlet yang masuk dalam program Puslatcab agar tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Setiap kemenangan maupun kekalahan harus menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki kekurangan.
Dengan evaluasi berkelanjutan, SRC diharapkan tidak sekadar menjadi agenda kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan atlet berprestasi yang siap membawa nama Surabaya di Porprov Jatim 2027.(sub)
Editor : Redaksi