Merawat Kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW Sedari Kecil

harianmerahputih.id
Ustadz M. Ngatmuni memimpin doa sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimulai. HMP/ONO

MERAHPUTIH| GRESIK-Ali terlihat tergopoh-gopoh menenteng Al-Quran petang tadi. Tujuannya adalah Mushala Darussalam. Jaraknya hanya sekitar 17 kayuhan sepeda minions trek yang saat ini lagi booming.

Tapi, Ali tidak mau terlambat. Karena hari ini, Rabu, (28/10) adalah hari spesial. Yaitu malam Maulid Nabi Muhammad SAW. Nabi akhir jaman yang menjadi panutan umat muslim seluruh dunia.

Baca juga: Prabowo Minta Pendidikan Lingkungan Masuk Silabus, Pemerintah Gerak Cepat Tangani Bencana

Sampai di Mushala Ali bisa bernafas lega. Ia tidak terlambat. Tapi dia sudah ditunggu rekan-rekannya Zio, Bagas, Riza, Aldi, Azis Aldi, Kaka, Azam juga Hanan. Mereka adalah tim hadrah yang juga akan tampil spesial di depan jamaah Mushala. Dua hari latihan memang waktu yang singkat. Tapi itu bukan alasan. Ali dan kawan-kawan bertekad tampil maksimal.

Dari gurat wajahnya, Ali terlihat grogi. Ustadzah Yunita mencoba menenangkannya. Ali terdiam dan mengangguk tanda mengerti. Ketika Ustadz Muhammad Ngatmuni mengucap salam, perasaan grogi dan gugup Ali sirna.

Sedetik kemudian, alunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema dari loud speaker. Ali memukul pelan rebana di tangan kanannya. Kompak dengan timnya. Suaranya pas. Tidak begitu kencang juga tidak pelan. Suaranya merdu menusuk-nusuk kalbu. Tidak sedikit jamaah yang menitikkan airmata. Mengenang kelahiran junjungan mereka, kekasih Allah SWT, Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

Ali dan teman-teman sebayanya adalah contoh kecil bagaimana merawat kecintaan sedari kecil terhadap Nabi Muhammad SAW. Rosul akhir jaman yang saat ini menjadi bahasan paling viral di dunia saat ini.

Nun jauh di Eropa tepatnya di Prancis, Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron membuat heboh dengan pernyataan kontroversialnya. Yaitu menyetujui penerbiatan kartun baginda Nabi Muhammad SAW. Sebagai bentuk ekspresi diri. Umat muslim Prancis murka. Juga dunia.

Baca juga: Prabowo Dorong Lompatan Pendidikan Lewat Digitalisasi, Targetkan Satu Juta Panel Terpasang Tahun Depan

Foto diri Macron dijadikan alas kaki. Bahkan fotonya distempel sepatu tanda protes dan murkanya kaum muslim sejagat.  Anti-Macron meluas. Negara Timur Tengah bahkan memboikot produk Prancis. Sentimen Anti-Prancis menjadi trending topic. Presiden Macron pun kelabakan. Mungkin Macron harus belajar lagi bagaimana bersikap.

Apalagi dia adalah seorang Presiden. Sangat disayangkan memang, Prancis, salah satu negara yang paling depan menyuarakan Hak Asasi Manusia (HAM). Bahkan menjadi tempat deklarasi PBB pada 10 Desember 1948 silam seolah terkucil karena blunder pernyataan Presiden mereka sendiri. Macron  menyebut bahwa kelompok Islamis menghancurkan masa depan Prancis.

Sungguh tidak masuk akal. Karena Islam adalah agama yang membawa perdamaian, mengajarkan perdamaian dan menyerukan perdamaian. Apalagi dalam ajarannya, juga historisnya.

Baca juga: Prabowo Tegaskan Distribusi IFP Prioritas untuk Sekolah 3T

Semoga apa yang terjadi di Prancis menjadi pelajaran berharga. Utamanya bagi umat muslim sedunia. Bahwa pentingnya merawat kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW adalah hal yang tidak bisa diganggu gugat. Kecintaan yang seharusnya dirawat sedari kecil, seperti halnya Ali dan rekan-rekannya di kampung Bringkang, ujung Selatan Gresik. (*)

 

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru