MERAHPUTIH|AMBON- Negeri Adat Desa Aboru ukir sejarah spektakuler sekaligus Mengharumkan nama Maluku di kancah Nasional dan Internasional lewat Tarian adat Hela Rotan.
Hal tersebut dikatakan oleh Jeremias Usmany kepada awak media senin (21/12) di Ambon dengan didampingi oleh Raja Negeri Aboru dan sejumlah Tokoh Pemuda Negeri Aboru yang ada di Jakarta maupun di Ambon.
Jhon Nahumury sebagai pencetus ide tarian adat hela rotan kepada awak media mengatakan "Beta ingin menampilkan primadona dari Aboru, dan hela rotan ini juga untuk melestarikan kearifan lokal tarian adat hela rotan tersebut," ungkapnya.
"Mulai berproses sejak tahun 2016 dengan mengumpulkan data - data dan fakta serta berkordinasi dengan MURÌ Indonesia terkait tarian adat hela rotan ini, maka pertengahan bulan September 2020 tarian adat hela rotan, diusukan ke lembaga MURI Indonesia ujar Jhon.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
Tanggal 16 Oktober 2020 lembaga MURI Indonesia, menetapkan tarian adat hela rotan meraih penghargaan rekor MURI. Keunikan dari tarian hela rotan ini adalah bongkahan Rotan terdiri dari 4 ikatan, satu ikatan berjumlah 9 Rotan kata Raja Negeri Aboru M Sinay.
Setelah diserahkan kepada Pemda Provinsi Maluku, penghargaan rekor MURI tiba di Negeri Aboru pada tanggal 19 desember 2020 dan disambut dengan euforia kegembiraan dari berbagai lapisan masyarakat di Negeri Aboru lanjut Sinay.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025
Untuk diketahui tarian Adat Hela Rotan ini dimùlai sejak terbentuknya negeri Aboru pada Abad ke 17 (1627 - 1628) dengan tujuan untuk menyatukan semua warga yang diturunkan di negeri Aboru atau negeri di gunung, selain itu juga sebagai Media Cuci Negeri yang dimaksudkan adalah hela rotan merupakan media masyarakat membawa masalah serta menyucikan negeri dari dosa dan masalah.(boy)
Editor : Eko Yudiono