Kepala BNPB Ganip Warsito dan Plh. Sekdaprov Heru Tinjau RS Lapangan

harianmerahputih.id
Kepala BNPB Ganip Warsito dan Plh. Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono ktika meninjau kesiapan RS Lapangan Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat (11/6).

MERAHPUTIH I SURABAYA - Ditengah meningkatnya kasus aktif Covid-19 pasca libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan munculnya kluster baru di Kab. Bangkalan, Plh. Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono bersama Kepala BNPB Ganip Warsito meninjau kesiapan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) dan RS Lapangan Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat (11/6).

Saat berkunjung di RSLI, Kepala BNPB dan Plh. Sekdaprov Jatim melihat secara dekat layanan yang diberikan di RSLI. Untuk mengetahui kesiapan penanganan pasien Covid-19, keduanya mendengarkan paparan Kepala RSLI Surabaya Laksma Dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara.

Baca juga: Trans Laut Jatim Resmi Beroperasi, Emil Dardak: Warga Kepulauan Kini Tak Lagi Terpinggirkan Akses Transportasi

Dihadapan Kepala BNPB dan Plh. Sekdaprov Jatim, I Dewa Gede Nalendra menyampaikan bahwa jumlah bed yang tersedia di RSLI mencapai 400 tempat tidur.

Saat ini, RSLI tingkat keterisian bednya dibawah 300 tempat tidur. Namun pada hari ini, jumlahnya mengalami kenaikan seiring terkonfirmasinya penambahan kasus di Kab. Bangkalan dan munculnya kluster perusahaan di Kab. Gresik.

Mendengar laporan tersebut, Kepala BNPB Ganip Warsito menyampaikan, BNPB siap membackup penuh dan segera memenuhi segala keperluan yang dibutuhkan untuk dapat membantu RSLI memulihkan kondisi pasien yang terpapar Covid-19 di Jatim.

"Kedatangan saya disini ingin memastikan dan mendengarkan, apa saja yang dibutuhkan oleh para dokter dan nakes yang ada di RSLI ini untuk membantu dan merawat saudara kita yang terpapar Covid-19 di Jatim. Juga melihat kesiapan dari RSLI menghadapi lonjakan pasien. BNPB bersama pemerintah daerah terus menyiapkan langkah strategis untuk membatasi hingga memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya lebih patuh meningkatkan protokol kesehatan (prokes) nya," ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga memberikan motivasi kepada para tenaga kesehatan (nakes) dan relawan yang terus bertugas secara gotong royong memastikan proses penyembuhan pasien di RSLI.

Dirinya meyakini, pandemi Covid-19 bisa berakhir jika dikerjakan secara bersama-sama melalui gotong royong semua pihak.

Baca juga: HAKORDIA 2025, MAKI Turun ke Jalan Dukung Kejati Jatim Bongkar Mega Korupsi

"Kita tidak boleh menyerah. Dan jangan lelah mencintai negara Indonesia. Dengan gotong royong kita bisa membantu mencintai bangsa dan negara Indonesia tercinta ini," ungkapnya.

Tak jauh beda di RSLI, saat berkunjung di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pun keduanya mendapat penjelasan terbaru terkait kondisi penanganan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jatim dr. Herlin Ferliana yang ikut mendampingi kunjungan Kepala BNPB dan Plh. Sekdaprov Jatim menyampaikan, berdasarkan data yang dihimpun New All Record (NAR) Dinkes Prov. Jatim hingga Kamis (10/6), tercatat 14.688 spesimen telah masuk. Dari jumlah tersebut 188 spesimen dinyatakan positif, 14.099 negatif, 29 inkonklusif dan sisanya masih dalam proses.

Sedangkan untuk ketersedian test PCR, Dinkes Prov. Jatim bekerja sama dengan tujuh Laboratorium serta 16 RS dan instansi pendukung bantuan petugas pengambilan Sampel SWAB.

Baca juga: Emil Dardak Buka Musda Pramuka Jatim 2025, Kepemimpinan Arum Sabil Tuai Pujian

Melihat kondisi tersebut, Kepala BNPB Ganip Warsito mengapresiasi penuh langkah preventif yang telah dilakukan Pemprov Jatim, utamanya terkait arus kedatangan PMI dari luar negeri. Yakni baik PMI Warga Negara Asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru saja tiba dari luar negeri.

"Saya ingin memastikan terhadap perjalanan internasional. Saya melihat semua sudah berjalan sesuai dengan SOP dan terpantau tertib. Buktinya, hasil-hasil pengendalian juga sudah sesuai dengan ketentuan yang ada," ungkap Ganip.

Per Kamis (10/6), tercatat 14.229 orang PMI telah tiba di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 13.263 orang telah dipulangkan ke daerah asal. Sementara 966 orang lainnya masih menjalani karantina yang terbagi menjadi 708 warga Jatim dan 95 orang non warga Jatim di Asrama Haji Surabaya. Sedang 163 orang lainnya menjalani karantina di Ketintang.

Rencananya jumlah tersebut akan terus bertambah. Diperkirakan, ada tambahan 355 PMI yang terbagi ke dalam tiga penerbangan dan akan tiba di Jatim hari ini.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru