MERAHPUTIH I SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan Gedung Kantor OJK Regional 4 Provinsi Jawa Timur, di Jl. Gubernur Suryo no. 28-30, Kota Surabaya, Selasa (15/3/2022).
Peresmian ini dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan anggota DPR Komisi XI Indah Kurnia, serta sejumlah pejabat OJK.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap keberadaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 mampu memperkuat ekosistem industri sektor jasa keuangan di Jawa Timur. Hal ini seiring dengan diresmikannya kantor OJK Regional 4 Jawa Timur. Dengan begitu akan semakin mempercepat pemulihan ekonomi Jatim usai Pandemi Covid-19.
“Jadi kantor OJK ini merupakan salah satu kantor di luar kantor pusat. Dan kami harapkan mampu menjadikan OJK sebagai penguat (industri keuangan). Karena peran OJK sangat strategis,” ungkap Khofifah.
Khofifah mengatakan, peran strategis OJK sangat diperlukan pada masa transformasi digital dalam berbagai ranah termasuk transaksi keuangan. Ini penting, karena OJK merupakan lembaga independen yang melakukan pengawasan sektor jasa keuangan.
“Hari ini kita tahu bahwa belanja IT tidak murah, namun transformasi digital di sektor keuangan memperlihatkan bahwa betapa pentingnya kehadiran OJK sebagai lembaga pengawasan industri jasa keuangan,” ujar Khofifah.
Tidak hanya itu, menurut Khofifah kehadiran OJK Regional IV juga akan memberikan peningkatan kualitas SDM yang dimiliki dalam upaya penguatan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi.
“Seluruh industri keuangan di Jatim butuh lompatan. Perlu sebuah kebaharuan dalam digitalisasi sistem yang advance termasuk didalamnya peningkatan kualitas SDM,” tuturnya.
Khofifah menyebut peluang ekspor menjadi sektor yang luar biasa strategis di Jatim. Untuk itu, pihaknya mengajak OJK untuk turut ambil bagian dalam upaya percepatan akses tumbuh kembang perekonomian.
“Berbagai percepatan akses bagi tumbuhnya ekonomi akan jadi bagian strategis dan butuh kerjasama berbagai pihak,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPR Komisi XI Indah Kurnia berharap, dengan hadirnya Kantor OJK ini dapat memperkuat peran OJK di sektor jasa keuangan yang memberikan perlindungan terhadap konsumen serta mendukung pengembangan perekonomian di daerah.
Termasuk dalam mengatur, mengawasi Industri Jasa Keuangan, serta salah satu yang penting yaitu melindungi Konsumen dan masyarakat di tengah maraknya penipuan atau pinjaman online ilegal.
Selain itu, hal ini juga sebagai bentuk kesiapan jika sewaktu-waktu Jawa Timur menggantikan posisi DKI, menyusul dibangunnya IKN di Kaltim. Apalagi saat ini, secara nasional kontribusi ekonomi Jawa Timur menduduki perinngkat dua setelah DKI.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
"Kalau ibu kota pindah ke kaltim, tentu amanah itu ada di Jawa Timur," ucapnya.
Indah menambahkan, peran OJK sangat dibutuhkan untuk menjaga pilar ekonomi masyarakat.
"Kita tahu, luka dalam yang memar pasca pandemi masih jadi pekerjaan rumah bersama. Ditambah lagi perang Ukraina-Rusia, tentu berimbas pada perekonomian Indonesia. Maka kami memiliki catatan yang pada OJK selaku salah satu dari pilar KSSK khususnya untuk menjaga pilar perekonomian masyarakat kita," tuturnya.
Ia berpesan, OJK terus berkolaborasi dan memperkuat sinergi antar stakeholder, serta membuat dan memberikan pemahaman pada masyarakat bagaimana memilih dan memilah dengan benar terkait investasi dan pembiayaan.
"Kami berharap banyak pada OJK Jawa Timur untuk membuat masyarakat kita semakin cerdas. Posisi OJK sendiri sangat strategis, karena berperan sebagai edukasi dan perlindungan konsumen," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan bahwa penting bagi OJK untuk memberikan perlindungan konsumen pengguna industri jasa keuangan.
Utamanya dengan masifnya pemberitaan terkait fenomena Crazy Rich dengan metode investasi. Banyak dari masyarakat yang tergiur akan hasil kerja yang banyak dengan cara kerja instan, seperti binary option dan robot trading.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Ini fungsi kehadiran kami. Kami ingin masyarakat paham betul sebelum ditawari investasi, agar memamahi terlebih dahulu konsep serta resikonya. Harus hati-hati,” kata Wimboh.
“Lakukan kroscek kepada pihak berwenang sebelum melakukan persetujuan. Ini langkah yang paling aman. KPI OJK Regional Jatim nya adalah jangan sampai ada korban di Jatim,” tambahnya
Kemudian, Wimboh melanjutkan dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi, selaras dengan imbauan Presiden RI Joko Widodo terkait pemulihan ekonomi dengan menggandeng para pelaku UMKM harus diterapkan oleh berbagai pihak.
“Karena kita sadar betul, UMKM adalah pengungkit perekonomian pasca pandemi utamanya di Jatim,” ucapnya
Diakhir, Wimboh berharap dengan dibangunnya kantor yang letaknya bersebrangan dengan Gedung Negara Grahadi bisa menumbuhkan sinergitas antara pemangku kebijakan di Jatim bersama OJK.
“Semoga kantor ini bisa memberikan semangat baru terhadap upaya bersama membangkitkan perekonomian serta melakukan pengawasan industri keuangan,” tutupnya. (red)
Editor : prass prasetyo