Bakal Capres Prabowo Dapat Dukungan Ribuan Kiai dan Santri di Jatim


Ribuan warga menghadiri acara bertajuk "Jawa Timur Bermunajat untuk H. Prabowo Pemimpin Berdaulat dan Petugas Rakyat: di Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo, Malang pada Senin (11/9/2023) malam. (ANTARA/HO-Panitia Jatim Bermunajat)

MERAHPUTIH I MALANG - Bakal Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto mendapat dukungan dari ribuan kiai dan santri Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Koordinator Jawa Timur Bermunajat, K.H. Ma'ruf Mubarok dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Selasa, mengatakan, dukungan tersebut disampaikan dalam acara bertajuk "Jawa Timur Bermunajat untuk H. Prabowo Pemimpin Berdaulat dan Petugas Rakyat di Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo, di Malang, seperti dilansir dari Antara, Senin (11/9) malam.

"Masyarakat Jawa Timur bersama alim ulama, para kiai, ibu nyai, para santri menyatukan langkah, berniat dengan niat yang tulus istiqomah berjuang, berikhtiar, berijtihad memenangkan Prabowo untuk menjadi Presiden 2024-2029 melalui Pilpres 2024," kata Gus Mamak panggilan akrabnya.

Ia menyatakan, dukungan ini diberikan kepada Prabowo lantaran ingin melihat Indonesia menjadi lebih maju dan berkah dari saat ini. Gus Mamak menambahkan kepemimpinan Presiden RI Jokowi membutuhkan penerus yang memiliki nyali, berkarakter kuat, sosok pemersatu dan dekat dengan para kyai, ulama hingga para santri.

"Kami semua memutuskan untuk memberikan dukungan kepada Bapak Prabowo Subianto karena berlandaskan ingin melihat Indonesia menjadi lebih maju dan lebih berkah dari saat ini," ujarnya.

"Kepemimpinan Presiden Jokowi memerlukan penerus yang memiliki nyali, berkarakter kuat, sosok pemersatu dan dekat dengan para kiai, ulama, habaib dan santri," kata Gus Mamak menambahkan.

Menurutnya, kedekatan Prabowo dengan para kiai, habaib dan alim ulama memang tidak perlu diragukan lagi. Tak hanya itu, Prabowo juga merupakan sosok yang paling ikhlas dan sudah dibuktikan dengan menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Selain itu, lanjut dia, Prabowo juga diyakini memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin Indonesia berikutnya karena istiqomah pada kebaikan, hormat pada kiai dan peduli terhadap umat. Hal ini menjadi alasan kuat para ribuan santri beserta ratusan kiai dan ibu nyai memberikan dukungannya kepada Prabowo jelang Pilpres 2024.

Pada acara bertajuk Jawa Timur Bermunajat tersebut dihadiri oleh ratusan kiai di Jawa Timur meliputi Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah An-Nur Ridlolloh K.H. Moh Khasan Rifai, Pimpinan Ponpes Darussalam Candu K.H. Akhsin Kamil Ibrahin.

Pimpinan Ponpes Ndresmo Surabaya K.H. Achmad Nasrochuddin, Pimpinan Ponpes Minatur Rohman K.H. Khozin, Pimpinan Ponpes Al Istiqomah K.H. H Faisol, Pimpinan Ponpes Abu Dzarrin K.H. M.N Ulum, Pimpinan Ponpes Darussalam Tegal Rejo K.H. Arjun Khan, Pimpinan Ponpes Miftahul Ulum 02 K.H. Fathussurur. AR, Pimpinan Ponpes Al Fallah K.H Imam Nawawi, Pimpinan Ponpes Alhasyimi K.H. Taufiq Jamhur.

Lalu, Pimpinan Ponpes As-Sunnah An-Nahdliyah K.H. Guslik An-Namiri, Pimpinan Ponpes TPQ Rodlotul Qur’an K.H. Imron Rosyadi, Pimpinan Ponpes Al Aufaq K.H. Khoirul Wafa, Pimpinan Ponpes Darul Huda K.H. Nushi Albazi, Pimpinan Ponpes PPAI Darussalam K.H. Nur Fuad, Pimpinan Ponpes Al Fatah K.H. Abu Said .

Terakhir, Pimpinan Ponpes Hidayatul Mubtadiin K.H. M Sodik, Pimpinan Ponpes Darul Ulum Al Asyhar K.H. Asyhari, Pimpinan Ponpes Al Munawwaroh K.H. Bisri, Pimpinan Ponpes Miftahul Ulum – RU IV K.H. Ahmad Biyadi, Pimpinan Ponpes Nurul Jadid Paiton K.H. Faiz Abdul Haq Zaini dan Pimpinan Ponpes Kanzus Sholawat Kraksaan Probolinggo K.H. Arif.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga, pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara. (ANT/red)