Polkada Jatim Jadi Sorotan Dunia dalam Pemilu, 36 Negara Hadir untuk Pantau Proses Demokrasi
MERAHPUTIH I SURABAYA – Jawa Timur mendapat kehormatan menjadi tuan rumah program Election Visit Program (EVP) yang digagas oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Ajang ini akan dihadiri ratusan lembaga pemantau pemilu dari 36 negara, serta perwakilan dari 47 kedutaan asing, 24 lembaga swadaya masyarakat internasional (NGO), dan lima universitas luar negeri.
Komisioner KPU Jatim Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas), Nur Salam, menyatakan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan transparansi pemilu di Indonesia.
"Ini kehormatan besar. Jatim menjadi sorotan dunia karena proses pemilu di sini dianggap representatif untuk studi demokrasi. Dari Brazil hingga negara-negara Asia, semuanya tertarik melihat langsung," ungkap Nur Salam di Surabaya, Minggu (24/11), saat meresmikan pusat data pemilu di Kantor KPU Jatim.
Pemantauan proses pemilu akan difokuskan pada sejumlah lokasi di Surabaya dan Sidoarjo, termasuk Liponsos Keputih dan Lapas Porong. Lokasi-lokasi tersebut dipilih untuk memperlihatkan keragaman situasi pemungutan suara di daerah.
"Kami juga akan menunjukkan bagaimana pemilu berlangsung di lingkungan khusus, seperti lembaga pemasyarakatan dan pusat rehabilitasi," tambah Nur Salam.
Sekretaris KPU Jatim, Nanik Karsini, menyoroti dua hal yang membuat Pilkada Jatim 2024 menarik perhatian dunia. Pertama, ketiga kandidat dalam Pilgub Jatim semuanya adalah perempuan, dan kedua, adanya calon tunggal di beberapa daerah.
"Keunikan ini menjadi salah satu alasan Jatim dipilih sebagai tuan rumah EVP. Selain itu, aksesibilitasnya dengan adanya Bandara Juanda juga menjadi faktor penting," ujar Nanik.
Dari total 257 undangan yang disebar kepada lembaga pemantau, hingga kini sudah 103 pihak yang mengonfirmasi kehadiran mereka.
Para tamu akan tiba pada 25 November dan terlibat dalam berbagai kegiatan hingga 28 November. Selain memantau pemilu, mereka juga akan mengikuti city tour ke sejumlah ikon kota Surabaya, seperti Museum Surabaya dan Monumen Suro dan Boyo, serta menghadiri mini talk show di Hotel Majapahit.
Nanik menjelaskan bahwa EVP ini mengusung tema besar, yaitu Strengthening Democracy (Memperkuat Demokrasi) dan Fostering National Unity (Memupuk Kesatuan Nasional).
"Demokrasi yang kuat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat di semua level, termasuk lokal. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa suara lokal tidak hanya memperkaya demokrasi, tetapi juga memperkuat kesatuan nasional," paparnya.
Dengan keberagaman budaya dan konteks politik, EVP di Jatim diharapkan menjadi model pemilu inklusif yang dapat memberikan inspirasi bagi negara-negara lain. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih