Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Ajak Desa Jadi Motor Pembangunan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi 
 dalam acara Nongkrong Bareng dan Silaturahmi dengan Gubernur Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Kendal pada Jumat (7/3) malam.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Nongkrong Bareng dan Silaturahmi dengan Gubernur Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Kendal pada Jumat (7/3) malam.

MERAHPUTIH I KENDAL - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya peran desa sebagai motor utama pembangunan daerah. Hal ini ia sampaikan dalam acara Nongkrong Bareng dan Silaturahmi dengan Gubernur Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Kendal pada Jumat (7/3) malam.

“Kami ingin mendengar dan melihat langsung potensi yang ada di wilayah kita, terutama yang berbasis di desa, kecamatan, dan kabupaten. Nantinya, potensi ini bisa menjadi dasar kebijakan provinsi untuk membangun Jawa Tengah bersama-sama,” ujar Luthfi.

Luthfi menekankan bahwa setiap desa harus memiliki produk unggulan yang selaras dengan program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Baik itu di sektor wisata, pertanian, maupun potensi lainnya yang dapat dikembangkan secara kolaboratif demi kesejahteraan masyarakat.

“Kalau desa maju, otomatis daerah juga berkembang. Kita harus menggarap potensi ini secara serius,” tambahnya.

Silaturahmi ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Ahmad Luthfi ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sejak awal kepemimpinannya. Tujuannya jelas: menggali potensi daerah serta menemukan permasalahan yang harus segera ditangani agar dapat dirumuskan menjadi kebijakan strategis.

Dalam dialog terbuka malam itu, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kendal mengemuka. Mulai dari pendidikan, serapan tenaga kerja, hingga permasalahan sosial lainnya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah minimnya tenaga kerja lokal yang terserap di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, meskipun investasi di daerah tersebut terus meningkat.

Menanggapi hal itu, Luthfi menyebutkan bahwa Pemprov Jateng telah bekerja sama dengan kementerian terkait untuk menyiapkan lebih banyak pendidikan vokasi serta Balai Latihan Kerja (BLK) sesuai dengan kebutuhan industri.

“Lapangan pekerjaan banyak, tapi kesiapan tenaga kerja kita juga harus ditingkatkan. Maka dari itu, kami siapkan pendidikan vokasi dan pelatihan kerja yang sesuai dengan industri yang berkembang di daerah ini,” jelasnya.

Selain isu ketenagakerjaan, tokoh masyarakat dan agama turut menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya pendidikan karakter serta kesejahteraan guru agama dan madrasah diniyah. Menjawab hal tersebut, Luthfi memastikan bahwa Pemprov Jateng telah menyiapkan program beasiswa bagi pengajar pesantren dan madrasah diniyah melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jateng.

“Beasiswa bagi pesantren dan guru agama sudah ada. Untuk guru madin, kami masih menghitung anggarannya dan akan dikoordinasikan dengan pemkab,” pungkasnya.

Dengan komitmen kuat dalam mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat, Ahmad Luthfi berharap bahwa pembangunan di Jawa Tengah dapat berjalan selaras dari desa hingga provinsi, menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. (red)

Editor : prass prasetyo