Surabaya Hadirkan VR Corner, Perpustakaan Kini Makin Kekinian

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surabaya
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surabaya

MERAHPUTIH I SURABAYA - Surabaya semakin serius mengembangkan literasi digital, khususnya bagi Generasi Z. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) menghadirkan inovasi baru berupa Virtual Reality (VR) Corner di Perpustakaan Balai Pemuda. Fasilitas ini dirancang untuk mengajak generasi muda menikmati pengalaman membaca dan belajar dengan cara yang lebih interaktif.

Kepala Dispusip Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menegaskan bahwa perpustakaan masa kini harus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. "Tantangan perpustakaan saat ini tidak hanya sebagai tempat membaca atau meminjam buku, tetapi juga sebagai pusat informasi, rekreasi, dan pelestarian sejarah," ujar Mia saat memaparkan inovasi di hadapan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Senin (10/3/2025).

Dispusip Surabaya menyiapkan lima inovasi untuk memperkuat peran perpustakaan. Salah satunya adalah VR Corner yang memungkinkan pengunjung menikmati sejarah dan budaya Surabaya dalam format digital interaktif.

Selain VR Corner, Dispusip juga akan menghadirkan Virtual 3D Susur Sungai Kalimas. Pengunjung bisa menjelajahi ikon sejarah Sungai Kalimas secara virtual melalui aplikasi Dispusip Virtual. "Bagi yang belum sempat berkunjung langsung, pengalaman virtual ini bisa menjadi alternatif menarik," tambah Mia.

Untuk memperkaya wawasan masyarakat, setiap tahun Dispusip juga akan menerbitkan Ensiklopedia Tematik Surabaya. Ensiklopedia ini berisi kajian mendalam tentang sejarah Kota Pahlawan, seperti perkembangan transportasi dan berbagai warisan budaya lainnya.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah pengembangan aplikasi BANPUSBOYO untuk standarisasi dan akreditasi perpustakaan. Aplikasi ini akan mempercepat proses pendataan dan pembinaan perpustakaan di Surabaya.

Tak hanya itu, Dispusip juga tengah merancang rebranding Perpustakaan Rungkut dengan desain lebih modern dan fasilitas ramah bagi lansia serta penyandang disabilitas. Rencananya, perpustakaan ini akan dilengkapi dengan mini theatre dan ruang saintek.

"Kami sudah mengajukan permohonan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Perpusnas untuk mendukung renovasi Perpustakaan Rungkut. Harapannya, di tahun 2026, warga Surabaya bisa menikmati fasilitas baru yang lebih nyaman dan lengkap," pungkas Mia.

Dengan berbagai inovasi ini, Pemkot Surabaya berharap literasi semakin diminati, terutama oleh generasi muda. Perpustakaan bukan lagi tempat yang membosankan, melainkan ruang belajar interaktif yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. (red)

Editor : prass prasetyo