Jatim Jadi Magnet Wisata Lebaran, Pengelola Diminta Siap Antisipasi Cuaca Ekstrem
MERAHPUTIH I SURABAYA - Selain menjadi tujuan utama para pemudik, Jawa Timur diprediksi akan menjadi magnet wisatawan selama libur Lebaran tahun ini. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun telah mengingatkan para pengelola wisata untuk bersiap diri dalam menghadapi lonjakan pengunjung serta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Evy Afianasari, menegaskan bahwa Gubernur Jawa Timur telah menerbitkan Surat Edaran (SE) khusus untuk pengelola tempat wisata. SE tersebut menekankan pentingnya kesiapan fasilitas, penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta mitigasi bencana guna memastikan keamanan dan kenyamanan para wisatawan.
Menurut Evy, ada beberapa destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang diperkirakan akan dibanjiri pengunjung. Beberapa di antaranya adalah kawasan Gunung Bromo, yang selalu menjadi primadona bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, serta Kebun Binatang Surabaya yang tetap menjadi daya tarik bagi keluarga selama libur panjang.
“Kami telah melakukan pendataan secara terpadu dan terus memantau tren peningkatan kunjungan wisatawan. Dengan pengalaman tahun lalu, kami prediksi tahun ini akan lebih banyak wisatawan yang datang,” ujar Evy seusai acara pemberian Apresiasi untuk Seniman di Gedung Negara Grahadi, Selasa (26/3).
Meski tidak menyebut angka pasti, Evy mengungkapkan bahwa pada libur Lebaran tahun lalu, sekitar 9 juta wisatawan tercatat mengunjungi berbagai destinasi di Jawa Timur. Dengan tren pertumbuhan wisatawan yang semakin meningkat, angka tersebut diperkirakan akan bertambah signifikan pada Lebaran kali ini.
Evy juga menyoroti ancaman cuaca ekstrem yang masih melanda beberapa daerah di Jawa Timur. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pengelola wisata untuk lebih waspada dan proaktif dalam memantau kondisi cuaca, khususnya bagi destinasi wisata yang berada di kawasan rawan bencana seperti daerah pegunungan dan pantai.
“Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama. Pengelola tempat wisata harus memastikan adanya SOP yang jelas, termasuk langkah-langkah evakuasi jika terjadi keadaan darurat,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan harapannya agar lonjakan wisatawan pada libur Lebaran ini juga berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Ia menekankan pentingnya keberadaan produk-produk lokal seperti kerajinan tangan dan oleh-oleh khas daerah yang dapat dijual di kawasan wisata.
“Kami ingin wisatawan yang datang ke Jawa Timur tidak hanya menikmati keindahan alamnya, tetapi juga bisa membawa pulang sesuatu yang khas dari daerah yang mereka kunjungi,” ungkap Khofifah.
Menurutnya, cinderamata dan produk budaya lokal memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, ia mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk lebih aktif dalam menyediakan berbagai hasil kerajinan yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Dengan berbagai kesiapan yang dilakukan oleh pemerintah daerah serta pengelola wisata, Jawa Timur optimistis dapat menjadi destinasi wisata utama selama libur Lebaran tahun ini. Diharapkan, selain memberikan pengalaman berlibur yang aman dan nyaman bagi wisatawan, sektor pariwisata juga bisa semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat setempat. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih