Rama, Si Jenius Cilik dari Bojonegoro yang Raih "Perfect Score" di Olimpiade Matematika Dunia

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara khusus mengundang dan memberi penghargaan kepada Rama, begitu ia biasa disapa di rumah dinasnya, Kamis (5/6/2025) malam.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara khusus mengundang dan memberi penghargaan kepada Rama, begitu ia biasa disapa di rumah dinasnya, Kamis (5/6/2025) malam.

MERAHPUTIH I SURABAYA — Di usianya yang baru menginjak tujuh tahun, Parama Hansa Abhipraya telah mencatatkan prestasi luar biasa di panggung internasional. Anak asal Bojonegoro, Jawa Timur, ini menyabet juara dunia dalam ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2024-2025 dengan nilai sempurna. Capaian ini menarik perhatian Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang secara khusus mengundang dan memberi penghargaan kepada Rama, begitu ia biasa disapa di rumah dinasnya, Kamis (5/6/2025) malam.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekaguman. Emil tak sendiri. Ia turut mengajak dua buah hatinya untuk ikut mengenal lebih dekat sosok anak yang dinilainya memiliki kecerdasan luar biasa.

“Rama ini bukan hanya anak yang jenius, tetapi juga memiliki keingintahuan ilmiah yang luar biasa. Mulai dari matematika, sains, hingga sistem tata surya, semua dikuasainya dengan cara yang menyenangkan dan penuh eksplorasi,” kata Emil.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Jatim menghadiahi Rama sebuah tablet dan tas sekolah. Namun, lebih dari sekadar hadiah, Emil berharap pencapaian Rama dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya di Jawa Timur dan Indonesia.

Ajang TIMO 2025 sendiri digelar di Chiang Mai, Thailand, pada 21–23 Februari lalu. Rama meraih perfect score atau nilai sempurna dalam semua kategori lomba, prestasi langka yang sekaligus menempatkan Indonesia dalam peta kejayaan olimpiade matematika dunia.

Emil menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendukung penuh pengembangan anak-anak berbakat melalui sekolah unggulan. Di tingkat daerah, Jawa Timur telah mengembangkan SMA Taruna Nala sebagai embrio dari sekolah-sekolah "Garuda" yang diharapkan dapat mencetak talenta global dari usia dini.

“Saya berharap Rama dan keluarganya tetap rendah hati, terus konsisten, dan menjaga semangat belajar. Cita-cita Rama untuk menjadi CEO seperti Elon Musk adalah sesuatu yang mungkin, jika dibarengi dengan ketekunan,” ujar Emil yang pernah meraih gelar doktor di usia 22 tahun.

Di hadapan Emil, Rama menyampaikan harapannya untuk bisa bertemu Presiden Prabowo. Ia juga menyatakan mimpinya untuk suatu hari menjadi CEO kelas dunia yang mengembangkan teknologi demi kemajuan umat manusia.

“Cita-citaku ingin jadi CEO hebat seperti Elon Musk,” kata Rama, polos namun penuh keyakinan. (red)

Editor : Redaksi