Kapten PERSIB Achmad Jufriyanto Alami Cedera Serius, Absen untuk Waktu yang Tidak Singkat

Pelatih PERSIB, Bojan Hodak
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak

MERAHPUTIH I BANDUNG — Awal perjalanan PERSIB Bandung di ajang Piala Presiden 2025 harus dibayar mahal. Kapten tim, Achmad Jufriyanto, mengalami cedera serius pada laga pembuka Grup B melawan Port FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (6/7/2025). Cedera tersebut dipastikan berupa patah dua ruas tulang rusuk bagian kiri, dan membuat sang pemain harus menepi dari lapangan hijau untuk waktu yang belum dapat ditentukan.

Pemain yang karib disapa Jupe itu tumbang saat laga belum genap memasuki menit ke-10. Sontak, suasana di stadion berubah tegang ketika sang kapten tergeletak kesakitan dan harus segera mendapatkan pertolongan tim medis. Tak lama berselang, Jupe ditarik keluar lapangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kepastian mengenai kondisi sang pemain disampaikan langsung oleh Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, seusai pertandingan. Pelatih asal Kroasia tersebut tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas insiden yang menimpa salah satu pilar penting timnya itu.

“Saya sangat sedih. Jupe mengalami cedera tulang rusuk. Dari laporan tim medis, ada dua tulang rusuk yang patah. Ini benar-benar pukulan berat, apalagi dia adalah pemain penting yang memberikan stabilitas di lini belakang,” ujar Hodak.

Hodak juga menegaskan bahwa Jupe saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dan proses pemulihan dipastikan akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Dia harus fokus pada pemulihan. Untuk sementara waktu, tentu saja dia tidak bisa bermain. Kami akan mendukung proses penyembuhannya sepenuhnya,” tambah Hodak.

Absennya Jupe bukan hanya kehilangan figur pemimpin di lapangan, tetapi juga memunculkan kenangan akan kontribusi besarnya bagi PERSIB. Pemain berusia 37 tahun itu adalah bagian dari skuad PERSIB yang menjuarai Piala Presiden edisi perdana pada 2015 silam. Saat itu, Jupe tampil kokoh sebagai benteng pertahanan dan menjadi salah satu pahlawan dalam raihan gelar bergengsi tersebut.

Kini, sepuluh tahun berselang, sang kapten harus menyaksikan perjuangan rekan-rekannya dari ruang perawatan. Meski demikian, semangat dan keteladanannya di luar lapangan tetap menjadi sumber motivasi bagi tim.

Di tengah kabar duka terkait cedera sang kapten, kabar positif datang dari sektor penjaga gawang. Pelatih kiper PERSIB, Mario Jozic, menilai perkembangan para penjaga gawang berada di jalur yang menggembirakan. Saat ini, PERSIB memiliki empat kiper dalam skuad: Adam Przybek, Teja Paku Alam, Muhammad Fitrah Maulana, dan Rakha Syafaka.

“Secara keseluruhan, saya pikir mereka sangat bagus. Tentu saja, masih ada ruang untuk berkembang, baik bagi saya sebagai pelatih maupun mereka sebagai pemain. Namun, kami berada di arah yang benar,” ujar Jozic.

Secara khusus, pelatih asal Kroasia itu menaruh harapan besar pada dua kiper muda, Fitrah dan Rakha. Keduanya dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi andalan PERSIB di masa mendatang. Jozic menegaskan bahwa pendekatan terhadap setiap penjaga gawang dilakukan secara personal, sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing.

“Tidak semua orang sama. Begitu juga dengan para kiper. Mereka punya kekuatan dan tantangan yang berbeda. Tugas saya adalah memahami akar masalah dan membantu mereka mengatasinya,” tuturnya.

Kehilangan seorang kapten tentu meninggalkan ruang kosong, baik secara teknis maupun emosional. Namun, PERSIB bertekad untuk tetap melangkah dengan kepala tegak. Dalam turnamen yang padat seperti Piala Presiden, kedalaman skuad dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama.

Dengan dukungan tim medis, semangat juang para pemain, serta strategi matang dari tim pelatih, PERSIB berharap bisa melewati fase sulit ini dan tetap tampil kompetitif di sisa turnamen. Untuk sang kapten, doa dan harapan terus mengalir agar segera pulih dan kembali menjadi komando di jantung pertahanan Maung Bandung. (red)

Editor : Redaksi