Patung Ayam Jago Hadir di Lidah Wetan, Simbol Semangat Sawunggaling Hidup Kembali

Sebuah monumen berbentuk Ayam Jago berdiri gagah di kawasan Lidah Wetan, Surabaya
Sebuah monumen berbentuk Ayam Jago berdiri gagah di kawasan Lidah Wetan, Surabaya

MERAHPUTIH I SURABAYA – Bukan hiu-buaya, kini warga Surabaya punya ikon baru yang tak kalah mencuri perhatian. Sebuah monumen berbentuk Ayam Jago berdiri gagah di kawasan Lidah Wetan. Namun, patung ini bukan sekadar hiasan kota, melainkan simbol perjuangan tokoh legendaris Raden Sawunggaling yang diyakini sebagai cikal bakal lahirnya Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa kehadiran monumen tersebut menjadi pengingat nyata tentang sejarah lokal yang sarat nilai perjuangan.

“Patung itu menunjukkan Surabaya tidak bisa lepas dari Sawunggaling. Surabaya ceritanya berawal dari Joko Bereg,” ujar Eri, Jumat (19/9).

Joko Bereg sendiri merupakan nama lain dari Raden Sawunggaling. Dalam kisah tutur turun-temurun, ia datang ke Surabaya dengan membawa ayam jagonya untuk mencari sang ayah, Adipati Jayengrono. Namun, perjalanan itu tidak mudah. Ia sempat ditantang oleh dua saudara tirinya, Sawungrana dan Sawungsari, yang meragukan keberadaannya. Adu ayam menjadi bukti, dan kemenangan ayam jago milik Joko Bereg mengukuhkan jati dirinya.

“Semangat itu yang ingin kita hidupkan kembali. Lewat patung ayam jago ini, generasi muda diingatkan bahwa Surabaya dibangun dengan perjuangan, keberanian, dan keyakinan,” jelas Eri.

Lebih jauh, Wali Kota menekankan bahwa monumen tersebut bukan sekadar penanda sejarah, melainkan juga refleksi nilai kebersamaan, persatuan, dan keberanian melawan ketidakadilan. Dulu, Sawunggaling dikenal sebagai sosok berani yang melawan penjajah Belanda. Ayam jagonya menjadi simbol keteguhan hati dan kemenangan.

“Semangat Arek Suroboyo adalah semangat Sawunggaling. Dengan patung ini, kita diingatkan untuk menjaga keamanan, persatuan, dan kekeluargaan, sama seperti saat dulu kita babat alas Surabaya,” tegasnya.

Lokasi patung yang berada tak jauh dari makam Raden Sawunggaling juga semakin mempertegas maknanya. Monumen ini digadang-gadang akan menjadi ikon baru sekaligus destinasi wisata sejarah di Surabaya bagian barat.

“Selain sebagai pengingat, patung ayam jago ini juga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk mengenal lebih dekat jejak Kota Pahlawan,” pungkas Eri.(red) 

 

 

 

Editor : Redaksi