PERSIB Siap Bangkit Hadapi PSBS Biak, Teja Paku Alam: “Kami Ingin Tampil Lebih Baik”

Teja Paku Alam
Teja Paku Alam

MERAHPUTIH I SLEMAN – Aura kebangkitan tengah menyelimuti skuad PERSIB Bandung jelang laga pekan kesembilan Super League 2025/26. Di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (17/10), Maung Bandung bersiap menghadapi PSBS Biak dalam misi menebus kekalahan menyakitkan dari Persita Tangerang pekan lalu.

Bagi Teja Paku Alam dan rekan-rekannya, pertandingan ini bukan sekadar laga tandang biasa. Ini adalah panggung untuk membuktikan bahwa sang juara bertahan masih memiliki bara semangat juara di dadanya.

“Kalau harapannya, pastinya ingin selalu tampil baik,” ujar Teja dengan nada tenang namun penuh tekad, saat ditemui usai sesi latihan. “Kami semua ingin memberikan yang terbaik untuk tim, membantu menjaga gawang agar tidak banyak kebobolan, dan tentu saja meraih hasil yang maksimal.”

Penjaga gawang asal Padang itu tampil gemilang saat PERSIB menghadapi Arema FC beberapa pekan lalu, dan performanya menjadi fondasi penting dalam menjaga asa tim tetap di jalur persaingan. Kini, fokusnya hanya satu: memastikan tiga poin kembali ke Bandung.

Di ruang ganti PERSIB, atmosfer kerja keras menjadi denyut nadi utama. Setiap pemain, dari barisan belakang hingga lini depan, bertekad menebus kesalahan yang membuat mereka kehilangan poin di laga sebelumnya.

“Teman-teman selalu mensupport satu sama lain,” lanjut Teja. “Kemenangan itu hasil kerja keras semua pemain, bukan individu. Kami harus kembali solid seperti biasanya.”

Kata-kata itu menjadi cerminan suasana di tubuh Maung Bandung: tidak ada ruang untuk saling menyalahkan, hanya ada ruang untuk memperbaiki diri.

Terpisah, Pelatih Bojan Hodak memahami betul, pertandingan nanti tidak akan mudah. Pria asal Kroasia itu tahu betapa berbahayanya tim-tim yang sedang berjuang naik dari bawah klasemen, apalagi jika lawannya adalah PERSIB, tim yang menyandang status juara dua musim beruntun.

“Setiap tim akan selalu termotivasi ketika bertemu PERSIB,” ujar Hodak dalam sesi konferensi pers di Sleman. “Kami adalah juara bertahan, dan itu membuat setiap lawan ingin tampil habis-habisan menghadapi kami. Itu hal yang normal.”

Pelatih berusia 54 tahun itu menambahkan, dirinya sudah mempelajari pola permainan PSBS Biak yang kini ditangani pelatih asal Timor Leste, Divaldo da Silva Teixeira Alves. Dalam empat laga terakhir, PSBS menunjukkan peningkatan signifikan, baik dalam transisi serangan maupun kestabilan lini tengah.

“Mereka memang tidak memulai musim dengan baik,” ucap Hodak, “tapi dalam empat pertandingan terakhir, mereka bermain lebih terorganisir. Kami harus berhati-hati, ini tidak akan mudah. Namun saya yakin, jika kami tampil fokus sejak menit awal, hasil positif bisa diraih.”

Bagi PERSIB, laga di Sleman ini bisa menjadi momentum kebangkitan yang penting. Kekalahan dari Persita sempat mengguncang kepercayaan diri tim, tetapi di balik kekalahan itu, Hodak melihat ruang besar untuk evaluasi dan perbaikan.

Latihan intensif pun dijalankan di Lapangan Sidolig sebelum keberangkatan ke Sleman. Hodak memberi porsi besar pada penguatan lini pertahanan dan penyelesaian akhir, dua sektor yang dianggap menjadi titik lemah di laga sebelumnya.

Pertandingan melawan PSBS bukan sekadar soal tiga poin. Ini adalah ujian mentalitas dan karakter bagi skuad Maung Bandung. Di bawah sorotan publik dan ekspektasi besar, setiap kesalahan bisa berujung kritik tajam, sementara setiap kemenangan menjadi pembuktian bahwa tradisi juara masih hidup.

“Yang paling penting bagi saya bukan hanya kemenangan,” kata Hodak menutup pernyataannya, “tetapi bagaimana tim ini bermain dengan determinasi, fokus, dan rasa lapar yang sama seperti saat kami meraih gelar juara. Karena itu, semangat yang akan membuat PERSIB terus bertahan di puncak.”

Dan bagi Teja Paku Alam, semua bermuara pada satu hal sederhana: menjaga gawang tetap suci, menjaga nama baik tim, dan membawa kembali senyum bagi para bobotoh yang setia menunggu.

Di bawah langit Sleman, Maung Bandung bersiap menyalakan kembali nyala kebanggaan biru, sebuah pertempuran bukan hanya untuk tiga poin, tapi juga untuk harga diri. (red)

Editor : Redaksi