KAI Perkuat Distribusi Komoditas Perkebunan Jelang Nataru 2025/2026
MERAHPUTIH I JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga denyut ekonomi nasional menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sepanjang Januari–November 2025, KAI membukukan angkutan komoditas perkebunan sebesar 521.698 ton, volume yang menjadi penopang ketersediaan bahan pangan dan produk turunan pada momen lonjakan kebutuhan akhir tahun.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa kelancaran transportasi komoditas perkebunan berpengaruh langsung terhadap keseimbangan stok di pasar. Mulai dari minyak goreng, margarin, makanan olahan, hingga barang kebutuhan rumah tangga, seluruhnya bergantung pada pasokan bahan baku yang stabil.
“Setiap rangkaian kereta barang tidak hanya memindahkan muatan, tetapi menopang aktivitas ekonomi keluarga Indonesia. Distribusi yang lancar berarti bahan kebutuhan tetap tersedia menjelang Nataru,” ujarnya.
Puncak pergerakan terjadi pada Januari 2025 dengan capaian 59.514 ton. Aliran distribusi yang terjaga sejak awal tahun ini terutama dibutuhkan industri pengolahan yang menggunakan CPO sebagai bahan utama untuk minyak goreng, biskuit, sabun, mie instan, kosmetik, hingga biodiesel.
Sumatra Utara menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar, seiring posisinya sebagai sentra sawit nasional. Industri memilih moda kereta api karena kapasitas angkutnya yang besar, efisiensi biaya, serta ketepatan waktu yang mendukung rantai pasok ke pelabuhan dan pabrik pengolahan.
Anne menambahkan, kelancaran aliran CPO ke industri pengolahan berpengaruh langsung pada ketersediaan kebutuhan masyarakat selama musim liburan. “Ketika masyarakat menikmati sajian keluarga atau memakai produk harian, ada peran kereta api yang memastikan bahan baku tiba tepat waktu,” jelasnya.
Selain menjaga suplai nasional, angkutan perkebunan yang stabil turut mendorong produktivitas petani dan pelaku industri di daerah. Kepastian distribusi membuat perencanaan produksi lebih terukur, memperkuat aktivitas ekonomi di sekitar sentra perkebunan.
“Setiap ton komoditas yang bergerak di atas rel membawa manfaat bagi banyak keluarga. Kami berkomitmen menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat agar suasana Natal dan Tahun Baru tetap hangat dan nyaman bagi semua,” tutup Anne.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih