Persebaya Siap Tempur di Bantul, Bernardo Tavares Waspadai Intensitas Tinggi PSIM
MERAHPUTIH I BANTUL - Persebaya Surabaya menatap laga krusial kontra PSIM Yogyakarta dengan kewaspadaan penuh. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (25/1/2026) tersebut bukan sekadar laga lanjutan kompetisi, melainkan momentum pembuktian bagi skuad Bajul Ijo setelah kekalahan pahit di putaran pertama.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa persiapan tim dilakukan secara matang, baik dari aspek fisik, taktik, maupun mental. Ia menyadari betul bahwa PSIM bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata, meski berstatus sebagai tim promosi musim ini.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, PSIM Yogyakarta memiliki karakter permainan dengan intensitas lari yang sangat tinggi. Ancaman itu tidak hanya muncul saat tim lawan menguasai bola, tetapi juga ketika berada dalam fase bertahan.
“PSIM adalah tim dengan intensitas lari yang sangat tinggi, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Ini menjadi salah satu fokus utama kami dalam persiapan pertandingan,” ujar Bernardo Tavares dalam sesi konferensi pers jelang laga, Sabtu (24/1/2026).
Bernardo juga mengingatkan anak asuhnya akan pertemuan sebelumnya yang masih membekas. Pada putaran pertama, Persebaya harus mengakui keunggulan PSIM di hadapan pendukung sendiri. Kekalahan tersebut kini dijadikan pelajaran berharga agar tak terulang kembali.
“Kita punya contoh nyata di putaran pertama. Mereka berhasil menang di kandang Persebaya. Jadi, kami harus benar-benar fokus dan memberikan yang terbaik jika ingin mendapatkan hasil bagus besok,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bernardo menyoroti kualitas materi pemain PSIM Yogyakarta. Meski baru kembali ke kasta tertinggi, kekuatan finansial dan nilai pasar pemain PSIM justru menempatkan mereka sejajar dengan tim-tim mapan.
“Meskipun mereka tim baru musim ini, jika Anda melihat anggaran dan nilai pasar transfer mereka, PSIM berada di posisi lima besar. Sementara Persebaya mungkin di posisi 10 atau 11. Artinya, secara nilai pasar, tim ini sangat bernilai dan tidak bisa diremehkan,” lanjut Bernardo.
Dari sisi taktik, Persebaya disebut telah melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada momen-momen krusial pertandingan. Bernardo menilai transisi bertahan ke menyerang, serta situasi bola mati, menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi setelah pertemuan pertama.
“Setiap detail sangat penting. Transisi, set-piece, dan fokus di setiap menit pertandingan menjadi kunci. Pemain harus belajar dari kekalahan sebelumnya,” katanya.
Bernardo pun menekankan bahwa untuk bisa meraih hasil positif, Persebaya harus bekerja lebih keras dari lawannya. Bukan hanya soal teknik dan strategi, tetapi juga soal kemauan untuk berlari lebih banyak dan menjaga konsentrasi sepanjang laga.
“Pemain ingat bahwa tim ini mengalahkan Persebaya di putaran pertama. Saya yakin besok mereka akan lebih fokus di setiap menit laga. Di sisi lain, mereka lawan yang kuat. Jika ingin hasil bagus, kami harus berlari lebih banyak dari mereka dan harus lebih fokus daripada mereka di semua momen pertandingan,” tandasnya.
Selain aspek teknis dan fisik, mentalitas pemain juga menjadi perhatian utama tim pelatih. Bernardo tidak ingin anak asuhnya mengulang kesalahan yang sama dan berharap Persebaya mampu tampil disiplin sejak menit awal hingga peluit akhir dibunyikan.
Laga kontra PSIM Yogyakarta pun diprediksi berlangsung sengit. Bagi Persebaya, pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang harga diri, konsistensi, dan kesiapan tim untuk bersaing di papan atas kompetisi musim ini.(tul)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih