Persebaya Bungkam PSIM di Bantul, Bajol Ijo Menang Telak 3-0

Gali Freitas selebrasi bersama punggawa Bajol Ijo usai cetak gol ke gawang PSIM Yogyakarta. (Persebaya)
Gali Freitas selebrasi bersama punggawa Bajol Ijo usai cetak gol ke gawang PSIM Yogyakarta. (Persebaya)

MERAHPUTIH I BANTUL - Persebaya Surabaya pulang dengan senyum lebar dari Stadion Sultan Agung, Bantul. Bertandang ke markas PSIM Yogyakarta, Bajol Ijo tampil efektif dan sukses mengamankan kemenangan meyakinkan 3-0 dalam lanjutan Super League, Minggu (25/1) sore.

Tiga gol kemenangan Persebaya masing-masing dicetak oleh Gali Freitas, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto. Meski skor akhir terbilang telak, jalannya pertandingan tidak sepenuhnya mudah bagi tim tamu. PSIM tampil agresif sejak menit awal dan sempat merepotkan lini pertahanan Persebaya.

Sejak peluit awal dibunyikan, Laskar Mataram langsung menunjukkan keberanian bermain terbuka. Baru delapan menit laga berjalan, ancaman serius dilayangkan Ze Valente lewat sepakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke arah gawang, namun refleks cepat Ernando Ari membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.

PSIM kembali memperoleh peluang emas sepuluh menit kemudian. Kesalahan backpass Risto Mitrevski nyaris dimanfaatkan Nermint Haltjeta untuk mencetak gol. Beruntung bagi Persebaya, Ernando Ari kembali sigap keluar dari sarangnya dan mengamankan bola sebelum situasi menjadi berbahaya.

Tekanan demi tekanan terus dilancarkan tuan rumah. Pada menit ke-30, Ezequiel Vidal melepaskan tembakan keras ke arah tiang jauh. Namun, kiper Timnas Indonesia itu kembali tampil impresif dengan melakukan penyelamatan krusial yang menjaga gawang Persebaya tetap perawan.

Saat PSIM sibuk membangun serangan, Persebaya justru mampu memanfaatkan celah dengan sempurna. Pada menit ke-34, serangan balik cepat berbuah gol pembuka. Bruno Moreira mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti yang disambut sepakan keras Gali Freitas. Bola meluncur ke tiang dekat tanpa mampu dijangkau Cahya Supriadi. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.

Keunggulan tersebut membuat Persebaya semakin percaya diri. Enam menit berselang, peluang kembali hadir melalui sundulan Francisco Rivera yang menerima umpan silang dari sisi sayap. Namun, Cahya Supriadi masih mampu melakukan penyelamatan.

Menjelang akhir babak pertama, PSIM hampir menyamakan kedudukan. Deri Corfe melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti pada menit 45+1. Sekali lagi, Ernando Ari tampil sebagai tembok kokoh dengan menepis bola keluar lapangan. Hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Persebaya tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, tempo permainan tidak menurun. Persebaya justru tampil lebih agresif. Pada menit ke-52, peluang emas hadir di depan gawang PSIM. Umpan terukur Bruno Moreira diterima Francisco Rivera, namun sontekannya masih terlalu lemah dan mudah diamankan kiper lawan.

PSIM juga tidak tinggal diam. Sembilan menit berselang, Malik Risaldi mencoba peruntungannya lewat tendangan jarak jauh. Cahya Supriadi tampil sigap dan menepis bola yang mengarah ke pojok gawang.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares kemudian melakukan langkah strategis dengan memasukkan Bruno Paraiba, Pedro Matos, dan Rachmat Irianto. Pergantian tersebut terbukti menjadi keputusan jitu.

Pada menit ke-73, Bruno Paraiba mencatatkan namanya di papan skor. Menerima bola di dalam kotak penalti, pemain asal Brasil itu dengan tenang mengecoh satu pemain bertahan PSIM sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Cahya Supriadi. Skor pun berubah menjadi 2-0.

Keunggulan Persebaya semakin bertambah sepuluh menit kemudian. Rachmat Irianto melakukan aksi individu gemilang dengan membawa bola dari tengah lapangan, menusuk ke kotak penalti, dan menempatkan bola ke tiang dekat. Gol tersebut memastikan kemenangan telak 3-0 bagi Bajol Ijo.

Hingga peluit panjang dibunyikan, PSIM tak mampu membalas satu gol pun. Persebaya pun membawa pulang tiga poin berharga dari Bantul. Tambahan poin ini membuat tim kebanggaan Bonek tersebut tetap bertahan di posisi keenam klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 31 poin.

Kemenangan ini sekaligus menjadi sinyal kebangkitan Persebaya dalam persaingan papan atas, sekaligus memperlihatkan kedalaman skuad dan efektivitas strategi Bernardo Tavares di laga tandang. (tul)

Editor : Redaksi