Lia Istifhama: Kebijakan Strategis Pemprov Jatim Dongkrak Kepercayaan Wisatawan
MERAHPUTIH I SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi terhadap langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat sektor pariwisata. Kebijakan yang berfokus pada peningkatan keamanan dan kenyamanan wisatawan dinilai membawa dampak berlapis bagi perekonomian daerah.
Menurut Lia, sektor pariwisata tidak bisa dilepaskan dari jaminan rasa aman. Tanpa faktor tersebut, promosi sebesar apa pun akan sulit membuahkan hasil maksimal. Ia menilai pendekatan yang dilakukan Pemprov Jawa Timur sudah berada di jalur yang tepat karena menyentuh kebutuhan mendasar wisatawan, khususnya mancanegara.
“Keamanan dan kenyamanan menjadi faktor kunci dalam pariwisata. Kebijakan Pemprov Jawa Timur yang responsif dan antisipatif terbukti meningkatkan kepercayaan wisatawan,” ujar Lia dalam keterangannya di Surabaya, Selasa (17/02/26).
Data terbaru menunjukkan tren yang menggembirakan. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, wisatawan nusantara juga mengalami kenaikan sebesar 18 persen. Angka tersebut memperlihatkan bahwa strategi pembangunan pariwisata berbasis keamanan dan mitigasi risiko mulai membuahkan hasil nyata.
Lia menilai, lonjakan kunjungan tersebut bukan sekadar capaian statistik, melainkan sinyal positif bagi pemulihan dan penguatan ekonomi daerah. Peningkatan arus wisatawan berdampak langsung pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transportasi lokal, perhotelan, hingga pelaku ekonomi kreatif.
“Pariwisata memiliki efek berganda. Ketika wisatawan datang, roda ekonomi masyarakat ikut bergerak. UMKM tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah wisatawan tidak terjadi secara kebetulan. Pemerintah daerah, kata dia, melakukan berbagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas destinasi wisata.
Salah satu upaya yang ditempuh adalah mitigasi risiko bencana di sejumlah kawasan wisata. Pemprov Jatim juga melakukan langkah antisipatif seperti modifikasi cuaca serta penguatan sistem kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi gangguan alam.
“Langkah-langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Jawa Timur,” ujar Evy.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis mitigasi dan kesiapsiagaan kini menjadi bagian integral dari strategi pengembangan pariwisata daerah. Tidak hanya fokus pada promosi destinasi, Pemprov Jatim juga memperkuat tata kelola risiko guna menjaga kepercayaan wisatawan, terutama dari luar negeri.
Dengan kebijakan yang terintegrasi antara promosi, keamanan, dan mitigasi risiko, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis sektor pariwisata akan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Sinergi antarorganisasi perangkat daerah serta dukungan berbagai pemangku kepentingan diyakini menjadi fondasi kuat untuk menjadikan Jawa Timur sebagai destinasi unggulan nasional maupun internasional.
Apresiasi dari DPD RI tersebut sekaligus menjadi penegas bahwa arah kebijakan pembangunan pariwisata Jawa Timur dinilai selaras dengan kebutuhan zaman: adaptif, responsif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Jika konsistensi ini terjaga, sektor pariwisata bukan hanya menjadi etalase keindahan daerah, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih