Derby Jatim Membara di Pamekasan, Madura United dan Arema FC Berbagi Angka
MERAHPUTIH I PAMEKASAN – Aroma panas Derby Jawa Timur kembali menyeruak. Pertarungan dua tim penuh sejarah, Madura United dan Arema FC, berakhir tanpa pemenang. Skor 2-2 menutup duel sarat gengsi pada pekan ke-22 Super League di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu (21/2/2026).
Sejak peluit awal dibunyikan, tempo pertandingan langsung tinggi. Kedua tim sama-sama menampilkan permainan terbuka, seolah enggan sekadar berbagi angka.
Arema lebih dulu mengancam. Pada menit kesembilan, Gabi melepaskan tembakan kaki kanan yang mengarah ke sudut gawang. Namun bola masih melebar dari kawalan Diky Indrayana.
Tuan rumah merespons cepat. Empat menit berselang, sepakan pojok Iran Junior disambut sundulan Mendonca. Bola mengarah tepat ke gawang, tetapi Adi Satryo sigap mengamankan.
Laga berjalan dalam ritme cepat. Lulinha mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh, sementara Riquelme juga melepaskan tembakan spekulatif pada menit ke-27. Sayang, kedua peluang itu belum mampu mengubah papan skor.
Peluang emas sempat hadir bagi Madura United pada menit ke-30. Berawal dari situasi bola mati, sundulan Mendonca diteruskan kepada Junior Brandao yang berdiri bebas di depan gawang. Namun sentuhan akhirnya tak sempurna. Publik Pamekasan pun hanya bisa menghela napas kecewa.
Arema tak tinggal diam. Gustavo Franca mencoba membalas lewat tendangan bebas, tetapi bola melambung jauh di atas mistar.
Ketika laga tampak akan berakhir tanpa gol di babak pertama, Madura United justru menemukan momentum. Pada masa injury time (45+1), umpan matang Iran Junior sukses diselesaikan Junior Brandao. Striker asal Brasil itu tak menyia-nyiakan peluang dan membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum.
Gol tersebut seakan menjadi bahan bakar bagi laga babak kedua.
Arema FC tampil lebih agresif selepas jeda. Baru dua menit babak kedua berjalan, Dalberto melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau Diky Indrayana. Skor berubah menjadi 1-1.
Tekanan tim tamu berlanjut. Pada menit ke-51, kombinasi apik Dalberto dan Vinicius membuahkan hasil. Umpan matang Dalberto disontek Vinicius di depan mulut gawang. Arema berbalik unggul 2-1.
Gol itu membuat pertandingan semakin terbuka. Madura United meningkatkan intensitas serangan, sementara Arema sesekali mengancam lewat serangan balik cepat.
Menit ke-79, Vinicius nyaris memperlebar keunggulan. Umpan tarik Gustavo Franca dari sisi kanan disambut sontekan jarak dekat. Namun bola justru melenceng tipis dari sasaran.
Saat laga memasuki menit-menit akhir dan Arema tampak akan membawa pulang tiga poin, Madura United menunjukkan daya juang tinggi. Pada menit ke-88, sepak pojok Jordy Wehrmann disambut tandukan keras Mendonca. Bola bersarang di gawang Adi Satryo.
Skor kembali imbang 2-2.
Sisa waktu tak cukup bagi kedua tim untuk mencetak gol tambahan. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tetap sama kuat.
Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin dalam duel panas penuh determinasi. Derby Jatim kembali membuktikan diri sebagai panggung adu gengsi yang tak pernah kehilangan dramanya.
Susunan Pemain
Madura United:
Diky Indrayana (PG), Pendro Monteiro, Mendonca, Nurdiansyah, Ferian Rizki, Taufik Hidayat, Kerim Palic, Iran Junior, Riquelme, Lulinha (C), Junior Brandao.
Arema FC:
Adi Satryo (PG), Iksan Lestaluhu, Maia, Hansamu Yama (C), Rio Fahmi, M Blade, Valdeci, Gustavo Franca, Gabi, Dalberto, Vinicius.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih