Kota Batu Bersiap Sambut Ledakan Wisatawan Saat Libur Lebaran 2026
MERAHPUTIH I BATU – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang libur Lebaran 2026. Kota wisata di wilayah Malang Raya ini diperkirakan kembali diserbu wisatawan, dengan jumlah kunjungan yang diprediksi mencapai lebih dari satu juta orang selama masa libur panjang tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyampaikan bahwa proyeksi kunjungan wisatawan pada momen Lebaran tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan periode libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Saat itu, Kota Batu mampu menarik kunjungan sekitar 1,1 juta wisatawan.
“Prediksinya kurang lebih seperti selama libur Natal dan Tahun Baru kemarin, sekitar 1,1 juta wisatawan yang datang ke Kota Batu,” ujar Onny, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, meskipun pada 2025 lalu sempat terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan, Kota Batu masih memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi favorit untuk menghabiskan masa libur panjang, khususnya bagi wisatawan domestik dari berbagai daerah di Jawa Timur maupun luar provinsi.
Sebagai kota yang dikenal dengan beragam destinasi wisata alam, wahana rekreasi keluarga, serta udara sejuk pegunungan, Kota Batu dinilai tetap menjadi magnet wisata yang sulit tergantikan saat musim liburan tiba.
Untuk memastikan kesiapan menghadapi lonjakan wisatawan tersebut, Disparta Kota Batu telah melakukan berbagai langkah strategis bersama sejumlah pemangku kepentingan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral guna menyamakan persepsi dan memetakan langkah antisipasi.
Rapat koordinasi tersebut dijadwalkan berlangsung di Senyum Hotel pada Jumat (6/3/2026) dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola destinasi wisata, hingga pelaku usaha pariwisata.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu penting dibahas secara komprehensif, terutama terkait pengaturan arus lalu lintas, pengamanan selama malam takbiran, pelaksanaan salat Idulfitri, hingga pengawasan terhadap aktivitas di kawasan destinasi wisata.
Onny menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting agar seluruh pihak memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
“Dalam rakor itu kita membahas berbagai kesiapan, mulai dari rekayasa lalu lintas, pemantauan malam takbir, pelaksanaan salat Id, sampai monitoring tempat-tempat wisata,” jelasnya.
Dari sisi Dinas Pariwisata, fokus utama yang dilakukan adalah memastikan kesiapan seluruh destinasi wisata serta fasilitas penunjang, termasuk sektor akomodasi seperti hotel, homestay, dan penginapan yang tersebar di Kota Batu.
Monitoring terhadap destinasi wisata juga dilakukan untuk memastikan standar pelayanan kepada wisatawan tetap terjaga, termasuk aspek keamanan, kenyamanan, kebersihan, serta kapasitas pengunjung.
“Kalau untuk Dinas Pariwisata, kami melakukan monitoring langsung ke destinasi wisata dan akomodasi guna memastikan semuanya siap menerima wisatawan,” tambah Onny.
Selain kesiapan fasilitas wisata, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar terhadap kelancaran mobilitas pengunjung. Lonjakan kendaraan yang biasanya terjadi saat libur panjang menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi sejak dini.
Karena itu, skema rekayasa lalu lintas akan disiapkan bersama pihak kepolisian dan dinas terkait agar arus kendaraan menuju kawasan wisata tetap lancar dan tidak menimbulkan kemacetan panjang, terutama di titik-titik rawan kepadatan.
Di sisi lain, para pelaku usaha pariwisata juga diimbau untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga standar kebersihan dan keamanan destinasi. Hal ini penting untuk memastikan pengalaman wisatawan tetap positif selama berlibur di Kota Batu.
Pemerintah Kota Batu berharap momentum libur Lebaran tahun ini dapat kembali menggerakkan sektor pariwisata sekaligus mendongkrak perekonomian daerah. Dengan tingginya jumlah kunjungan wisatawan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, transportasi, hingga perhotelan diperkirakan turut merasakan dampak positif.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Kota Batu optimistis mampu memberikan pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi jutaan wisatawan yang diperkirakan akan memadati kota wisata tersebut selama libur Lebaran 2026.(bat)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih