Aries Agung Paewai Tekankan Optimalisasi Layanan Usai Renovasi Kantor Cabang Dinas

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kualitas layanan pendidikan di daerah. Salah satu upaya konkret dilakukan melalui peresmian renovasi kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja pelayanan kepada sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa keberadaan kantor yang lebih representatif harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan di lapangan.

“Harapannya Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo dapat lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada sekolah-sekolah, baik untuk guru maupun tenaga kependidikan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Rabu (18/3).

Menurutnya, Cabang Dinas Pendidikan memiliki posisi strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah provinsi dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan pendidikan. Karena itu, optimalisasi pelayanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar, terutama dalam menjawab kebutuhan sekolah secara cepat dan tepat.

Aries menambahkan, peningkatan layanan tidak hanya bertumpu pada fasilitas fisik, tetapi juga pada tata kelola administrasi yang profesional dan responsif. Dengan dukungan gedung yang telah direnovasi, ia berharap kinerja aparatur semakin efektif dalam melayani wilayah kerja yang mencakup Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan.

“Dengan menempati gedung yang baru dan lebih representatif ini, pelayanan harus semakin optimal serta mampu merespons kebutuhan sekolah dengan lebih cepat,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, terdapat total 126 lembaga pendidikan tingkat menengah di dua wilayah tersebut. Rinciannya, sebanyak 72 lembaga SMA, SMK, dan SLB berada di Ponorogo, sementara 54 lembaga lainnya berada di Magetan. Adapun jumlah guru dan tenaga kependidikan (GTK) di kedua daerah tersebut mencapai 4.179 orang.

Selain fokus pada pelayanan administratif, penguatan program pendidikan juga terus didorong. Salah satunya melalui implementasi program SIKAP yang dinilai berjalan cukup masif. Di jenjang SMA, program ini telah diterapkan di 25 sekolah, sementara di tingkat SMK diimplementasikan di tujuh sekolah, terutama pada sektor berbasis keahlian seperti perkebunan dan pertanian.

Tak hanya itu, capaian siswa di bidang prestasi juga menunjukkan perkembangan positif. Partisipasi dalam ajang talenta terus meningkat, baik di tingkat regional maupun nasional. Pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS), siswa dari Ponorogo mengikuti 41 bidang lomba, sedangkan Magetan berpartisipasi di 31 bidang.

Sementara itu, pada Olimpiade Sains Nasional (OSN), tercatat sebanyak 1.148 peserta dari kedua wilayah turut ambil bagian. Sedangkan pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), jumlah peserta mencapai 150 siswa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Maskun, menyampaikan bahwa pihaknya siap memaksimalkan fasilitas baru tersebut untuk mendukung peningkatan kinerja pelayanan.

Ia menyebut, sekitar 50 pegawai di lingkungan cabang dinas akan didorong untuk bekerja lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pendidikan.

“Dengan sarana yang lebih memadai, kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh satuan pendidikan di Ponorogo dan Magetan,” ujarnya.

Renovasi kantor ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan satuan pendidikan, sekaligus mempercepat peningkatan mutu pendidikan di wilayah barat Jawa Timur.(pps)

Editor : Redaksi