Surabaya Dorong Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja Lewat Festival Industri 2026
MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mengakselerasi penguatan ekonomi daerah melalui gelaran Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 yang berlangsung pada 7–9 April 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kota Surabaya dan Grand City Convention Hall ini memadukan bursa kerja dengan forum business matching berskala internasional.
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto menegaskan, festival tersebut menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan ekonomi global yang kian dinamis. Menurutnya, kolaborasi antara pencari kerja dan pelaku industri dalam satu ruang menjadi peluang konkret untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.
“Melalui kegiatan ini, pencari kerja bisa bertemu langsung dengan perusahaan, sementara pelaku UMKM mendapatkan akses untuk menjangkau pasar internasional,” ujarnya saat ditemui di Balai Pemuda, Selasa (7/4/2026).
Menariknya, pelaksanaan festival ini sepenuhnya digerakkan melalui kolaborasi dengan pelaku usaha tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini disebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan.
Dalam sesi business matching, Pemkot Surabaya menghadirkan pembeli dari enam negara, yakni Pakistan, Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, dan Oman. Beragam produk unggulan ditawarkan, mulai dari makanan dan minuman, furnitur, hingga fesyen seperti batik.
Lilik menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar global. Ia juga memastikan bahwa penguatan infrastruktur, khususnya di sektor transportasi dan logistik, terus dilakukan untuk menunjang kelancaran ekspor.
“Produk lokal Surabaya harus naik kelas. Tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar dunia,” tegasnya.
Untuk mendukung kesiapan ekspor, Pemkot Surabaya turut menggandeng Export Center Jawa Timur dalam memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha. Langkah ini diharapkan mampu memastikan proses ekspor berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Hebi Djuniantoro mengungkapkan, festival ini diikuti sekitar 35 perusahaan dengan total 1.200 lowongan pekerjaan. Tingginya minat masyarakat terlihat dari lebih dari 2.000 pendaftar melalui aplikasi Arek Suroboyo Siap Kerjo (ASSIK).
“Ini upaya nyata menekan angka pengangguran. Selain job fair, kami juga menggelar coaching clinic ekspor yang diikuti 80 pelaku usaha, dan 36 di antaranya sudah siap mengikuti business matching,” jelasnya.
Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Rabu (8/4/2026) di Grand City Convention Hall dan akan dihadiri Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama perwakilan Kementerian Perdagangan. Dalam kesempatan tersebut, akan dilakukan pelepasan ekspor produk UMKM secara simbolis ke berbagai negara tujuan.
Pemkot Surabaya bersama Export Center Jawa Timur menargetkan nilai transaksi dalam kegiatan ini mencapai 100 juta dolar AS. Target tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat klaster industri di Kota Pahlawan.
Selain itu, agenda lanjutan juga mencakup walk-in interview bagi para pencari kerja yang telah terdaftar, sehingga peluang kerja dapat langsung ditindaklanjuti oleh perusahaan peserta.
Di sisi lain, dukungan penuh terhadap kegiatan ini juga datang dari pihak swasta. CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugeng Irawan menyebut festival ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara industri, tenaga kerja, dan inovasi.
“Kolaborasi yang inklusif akan menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berdaya saing global. Kami berharap ini menjadi ruang nyata transformasi industri di Surabaya,” pungkasnya. (sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih