Riyan Ardiansyah Pilih Membumi, Fokus Kawal Persebaya Hadapi Ujian Berat di Kandang Persija
MERAHPUTIH I SURABAYA - Penampilan impresif yang ditunjukkan Riyan Ardiansyah saat Persebaya Surabaya menundukkan Persita Tangerang belum lama ini menjadi buah bibir di kalangan suporter. Dukungan dan pujian dari Bonek dan Bonita mengalir deras, menyusul kontribusinya yang dinilai signifikan dalam menjaga keseimbangan permainan tim.
Di laga tersebut, Riyan tampil dinamis. Ia tak hanya aktif dalam membangun serangan, tetapi juga disiplin saat tim kehilangan bola. Pergerakannya di lapangan membuat lini pertahanan lawan kerap berada dalam tekanan. Catatan statistiknya pun tak bisa dipandang sebelah mata, dua intersep, satu tembakan, serta satu peluang matang yang berhasil diciptakan.
Meski sorotan tertuju padanya, pemain berusia 29 tahun itu memilih untuk tetap merendah. Baginya, apresiasi adalah bonus, bukan tujuan utama. Fokusnya kini sepenuhnya diarahkan pada pertandingan berikutnya yang jauh lebih menantang.
Persebaya dijadwalkan melakoni laga sarat gengsi menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Duel klasik ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu malam (11/4), dan diprediksi berlangsung sengit.
Riyan memastikan bahwa persiapan tim berjalan normal tanpa perlakuan khusus. Ia menegaskan seluruh pemain tengah fokus menjalani program latihan yang telah disusun tim pelatih.
“Kami mempersiapkan diri seperti biasa. Semua pemain fokus menjalani latihan dan menjaga kondisi agar siap menghadapi pertandingan,” ujarnya.
Meski calon lawan baru saja menelan hasil kurang memuaskan, Riyan enggan meremehkan kekuatan Persija. Bermain di kandang sendiri, menurutnya, menjadi keuntungan besar bagi Macan Kemayoran yang dikenal memiliki atmosfer pertandingan kuat.
“Persija tetap tim yang berbahaya, apalagi bermain di kandang. Kami harus bekerja lebih keras dan menjaga konsistensi permainan,” tambahnya.
Perjalanan Riyan bersama Persebaya sendiri terbilang tidak instan. Didatangkan pada paruh musim dari Malut United, ia sempat menghadapi fase adaptasi yang tidak mudah. Minimnya menit bermain di awal kedatangan menjadi tantangan tersendiri.
Namun, alih-alih menyerah, Riyan justru menunjukkan mentalitas pekerja keras. Ia terus berusaha memaksimalkan setiap sesi latihan, menunggu momentum yang tepat untuk membuktikan kualitasnya.
Kesabaran itu akhirnya membuahkan hasil. Kepercayaan yang diberikan pelatih Bernardo Tavares mulai terjawab, ditandai dengan performa solid saat menghadapi Persita. Penampilan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa dirinya siap bersaing di lini utama.
Riyan pun tak lupa menyampaikan apresiasi kepada suporter yang selalu memberikan dukungan.
“Terima kasih untuk Bonek dan Bonita. Dukungan mereka menjadi motivasi tambahan bagi saya untuk terus bekerja keras,” katanya.
Sejauh ini, ia telah mencatatkan 218 menit bermain bersama Persebaya. Perlahan tapi pasti, Riyan mulai menemukan ritme permainan dan memahami skema yang diinginkan tim pelatih.
Kendati peluang tampil sebagai starter mulai terbuka, Riyan tetap menjaga sikap profesional. Ia menegaskan bahwa kepentingan tim berada di atas segalanya.
“Yang terpenting adalah bagaimana saya bisa membantu tim meraih kemenangan. Saya hanya berusaha menjalankan instruksi pelatih sebaik mungkin,” tegasnya.
Bagi Riyan, perjalanan musim ini masih panjang. Ia tidak ingin terjebak dalam euforia sesaat. Konsistensi, kerja keras, dan kesiapan setiap saat menjadi prinsip yang terus ia pegang.
“Sebagai pemain, saya harus selalu siap kapan pun dibutuhkan. Saya fokus pada proses dan terus berusaha memberikan yang terbaik,” tandasnya.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih