Jatim Perkuat Diplomasi Ekonomi, Khofifah Bahas Investasi hingga Energi Bersih dengan Dubes Tiongkok
MERAHPUTIH I SIDOARJO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas jejaring kerja sama internasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah itu kembali ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Lutong di Graha Amukti Praja, Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Selasa (7/4/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung intens dengan pembahasan lintas sektor strategis, mulai dari investasi industri, pendidikan dan riset, hingga pengembangan energi baru terbarukan. Khofifah menyebut dialog yang terjalin tidak hanya bersifat seremonial, melainkan berorientasi pada implementasi konkret dalam waktu dekat.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik melamin di Kabupaten Gresik. Proyek ini bahkan digadang-gadang akan menjadi fasilitas produksi melamin terbesar di dunia.
“Pertemuan berlangsung padat dan sangat produktif. Besok direncanakan groundbreaking pabrik melamin terbesar di dunia di Gresik. Ini menjadi momentum penting bagi penguatan industri Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Selain sektor manufaktur, penguatan kerja sama juga diarahkan pada sektor pariwisata. Khofifah menilai Jawa Timur memiliki daya tarik wisata kelas dunia yang perlu dipromosikan lebih masif, salah satunya kawasan Gunung Bromo.
Menurutnya, kunjungan delegasi Tiongkok ke destinasi unggulan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas eksposur internasional pariwisata Jatim.
“Kami ingin wisata Jawa Timur semakin dikenal dunia. Bromo menjadi salah satu ikon yang memiliki daya tarik global,” imbuhnya.
Di bidang sumber daya manusia, Pemprov Jatim juga mendorong penguatan kolaborasi pendidikan dan riset. Fokusnya mencakup peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui inovasi, serta pengembangan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Tak kalah penting, isu transisi energi turut menjadi topik pembahasan. Khofifah menegaskan komitmen Jawa Timur dalam mendukung peralihan dari energi fosil menuju energi bersih, termasuk pengembangan panel surya sebagai bagian dari target net zero emission.
Sementara di sektor peternakan, Pemprov Jatim membuka peluang kerja sama impor sapi perah unggul dari Tiongkok. Langkah ini dinilai strategis untuk menutup kesenjangan kebutuhan susu nasional.
“Kebutuhan susu nasional masih sangat besar. Sapi perah dari Tiongkok memiliki produktivitas tinggi, bisa mencapai 50 liter per hari per ekor. Ini peluang kerja sama yang sangat potensial,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dubes Tiongkok Wang Lutong menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan di Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah. Ia menilai Jatim memiliki iklim investasi yang semakin kondusif dan prospektif.
“Kunjungan ini merupakan yang kedua bagi saya ke Jawa Timur. Saya mengapresiasi kepemimpinan Ibu Khofifah yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan,” ujarnya.
Wang Lutong juga mengungkapkan bahwa kunjungannya kali ini sekaligus untuk menghadiri agenda peletakan batu pertama proyek di sektor pangan. Ia memastikan komitmen Tiongkok dalam mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia, termasuk melalui investasi di Jawa Timur.
“Di sektor solar, sudah ada perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Jawa Timur. Kami juga mendorong kerja sama peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan vokasi,” paparnya.
Lebih lanjut, ia membuka peluang yang lebih luas bagi investor Tiongkok untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor strategis di Jawa Timur, mulai dari industri hingga pengembangan tenaga kerja.
“Kami berharap hubungan kerja sama ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak,” pungkasnya.(sda)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih