Lia Istifhama Minta Perbankan Lebih Berpihak pada UMKM Rintisan

MERAHPUTIH I SURABAYA — Anggota DPD RI Lia Istifhama menekan pentingnya pembenahan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Bank Mandiri di Surabaya. Dalam pertemuan bersama jajaran manajemen, isu hambatan kredit hingga solusi inklusi keuangan menjadi sorotan utama.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu mengapresiasi komitmen Bank Mandiri dalam mendorong UMKM naik kelas, terutama melalui skema pembiayaan bernilai kecil yang dinilai krusial bagi pelaku usaha pemula.

“Langkah Bank Mandiri membuka akses pembiayaan kecil sangat membantu UMKM rintisan. Ini fondasi penting untuk mendorong ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Namun demikian, Lia menyoroti persoalan klasik yang masih membelit pelaku UMKM, yakni kendala akses kredit akibat sistem SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menilai, tidak sedikit pelaku usaha potensial yang tertahan hanya karena catatan administratif, bahkan pada kategori kolektibilitas ringan.

“Jangan sampai UMKM yang punya potensi justru terhambat oleh sistem. Perlu solusi konkret, termasuk edukasi dan pendampingan agar mereka bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Regional CEO Bank Mandiri Region VIII Jawa Timur Muhammad Assidiq Iswara menegaskan bahwa kebijakan SLIK sepenuhnya mengacu pada regulator. Meski begitu, pihaknya menyambut wacana pelonggaran, termasuk rencana tidak dimasukkannya pembiayaan di bawah Rp1 juta dalam sistem tersebut.

“Jika kebijakan itu diterapkan, akses pembiayaan bagi UMKM pemula akan jauh lebih terbuka,” jelasnya.

Di sisi lain, Bank Mandiri terus memperkuat ekosistem pemberdayaan melalui program Rumah BUMN. Program ini menjadi pusat pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor bagi pelaku UMKM yang ingin berkembang lebih jauh.

“Pendampingan kami lakukan bertahap, mulai dari akses modal Rp10 juta hingga Rp100 juta. Targetnya, UMKM bisa naik kelas bahkan menembus pasar ekspor,” ujar Assidiq.

Jawa Timur menjadi salah satu wilayah prioritas dengan cakupan Surabaya, Jember, dan Malang. Ratusan jaringan kantor cabang disiapkan untuk memperluas akses layanan keuangan, sekaligus memperkuat penetrasi pembiayaan sektor riil.

Tak hanya itu, Bank Mandiri juga menggandeng lembaga penjamin seperti Askrindo untuk menjaga kualitas kredit melalui skema restrukturisasi yang sehat dan berkelanjutan.

Sinergi antara perbankan, regulator, dan pemerintah pun dinilai menjadi kunci. Assidiq menegaskan, keberpihakan terhadap UMKM bukan sekadar program, melainkan tanggung jawab bersama untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

“Kami tidak hanya memberi modal, tapi memastikan UMKM tumbuh dan bertahan. Itu tujuan utamanya,” pungkasnya.(pps)

Editor : Redaksi