Bank Jatim Melejit 2025, Khofifah Indar Parawansa Tegaskan Peran Kunci Dongkrak Ekonomi Jatim
MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kinerja Bank Jatim sepanjang Tahun Buku 2025 berada di jalur impresif dan solid. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Kantor Pusat Bank Jatim, Rabu (6/5), Khofifah menyebut lonjakan kinerja tidak hanya terlihat pada ekspansi, tetapi juga kualitas bisnis yang terjaga.
Aset bank pelat merah daerah itu melonjak dari Rp118,14 triliun menjadi Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen secara tahunan. Penyaluran kredit melesat 46,65 persen dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,50 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 41,36 persen dari Rp90,01 triliun menjadi Rp127,24 triliun. “Ini menunjukkan fungsi intermediasi berjalan optimal sekaligus menjaga keseimbangan ekspansi dan kualitas,” tegas Khofifah.
Di sisi profitabilitas, tren positif juga berlanjut. Pendapatan bunga naik dari Rp8,28 triliun menjadi Rp10,16 triliun, disusul penguatan pendapatan bunga bersih dari Rp5,62 triliun ke Rp7,08 triliun. Laba bersih terkerek dari Rp1,29 triliun menjadi Rp1,61 triliun atau tumbuh 24,80 persen. Secara bank only, laba Rp1,546 triliun menjadi yang tertinggi di antara seluruh BPD nasional sekaligus rekor sepanjang sejarah Bank Jatim.
RUPS juga menetapkan dividen Rp56,62 per lembar saham, meningkat dari tahun sebelumnya Rp54,71. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp850,17 miliar atau 55 persen dari laba bersih 2025. Khofifah menilai capaian tersebut menegaskan ketahanan bisnis yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Sebagai pemegang saham pengendali, ia mengarahkan Bank Jatim untuk mempertegas posisi sebagai regional champion melalui penguatan sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB), ekspansi sektor produktif khususnya UMKM, optimalisasi layanan syariah, serta percepatan transformasi digital berbasis JConnect. Penguatan tata kelola dan manajemen risiko juga ditekankan di tengah kompetisi industri perbankan dan tekanan disrupsi fintech.
Khofifah menilai peran Bank Jatim kian strategis dalam menopang ekonomi Jawa Timur yang terus melaju di atas rata-rata nasional. Tahun 2025, kontribusi ekonomi Jatim mencapai 14,40 persen terhadap PDB nasional dan 25,29 persen di Pulau Jawa, dengan pertumbuhan 5,85 persen (y-on-y). Bahkan pada triwulan I 2026, pertumbuhan tercatat 5,96 persen, tertinggi di Jawa.
“Bank Jatim bukan sekadar lembaga intermediasi, tetapi motor penggerak ekonomi daerah yang menghubungkan kebijakan fiskal dengan aktivitas riil masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis Bank Jatim dalam mendorong akses pembiayaan murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 5,99 persen. Skema ini disebut sebagai peluang besar bagi pelaku UMKM untuk mempercepat ekspansi usaha. Khofifah meminta seluruh jajaran cabang bergerak proaktif menangkap momentum tersebut.
Dengan basis UMKM yang besar, struktur ekonomi yang kuat, serta jejaring KUB yang luas, termasuk lima anggota dari berbagai daerah, Bank Jatim dinilai memiliki modal ekspansi inklusif yang kokoh. Namun, ia mengingatkan tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari kompetisi digital hingga risiko siber.
“Transformasi digital bukan pilihan, tetapi keharusan. Namun harus diimbangi kehati-hatian agar tetap agile dan prudent,” tandasnya.
Khofifah optimistis, dengan sinergi yang solid dan inovasi berkelanjutan, Bank Jatim akan semakin berperan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai simpul utama konektivitas ekonomi nasional.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih