Tembok Hijau Persebaya Menguat, Tiga Clean Sheet Jadi Sinyal Kebangkitan
MERAHPUTIH I SURABAYA - Performa Persebaya Surabaya mulai menunjukkan grafik menanjak yang meyakinkan. Tidak hanya tajam di lini depan, kekuatan utama Bajol Ijo kini justru tampak dari sektor pertahanan yang kian solid. Dalam tiga pertandingan terakhir Super League 2025/26, Persebaya tampil tanpa cela dengan mencatatkan tiga clean sheet beruntun.
Catatan impresif itu hadir saat mereka menundukkan Malut United dengan skor 0-2, mempermalukan Arema FC lewat kemenangan telak 0-4, serta melibas PSBS Biak dengan skor 4-0. Tiga kemenangan tersebut tidak hanya mencerminkan efektivitas serangan, tetapi juga ketangguhan lini belakang yang kini tampil layaknya benteng kokoh.
Di jantung pertahanan, duet Gustavo Fernandes dan Risto Mitrevski menjadi fondasi utama. Keduanya tampil semakin padu, menghadirkan kombinasi kekuatan fisik, ketenangan, serta kecerdasan membaca permainan. Perlahan namun pasti, chemistry di antara keduanya mulai terbangun dan menjadi kunci stabilitas tim.
Gustavo Fernandes menegaskan bahwa keberhasilan lini belakang tidak bisa dilepaskan dari kontribusi seluruh pemain. Menurutnya, sistem permainan kolektif menjadi faktor utama yang membuat pertahanan Persebaya sulit ditembus.
“Semua berawal dari kerja tim. Ketika lini depan dan tengah mampu melakukan pressing dengan baik, beban kami di belakang menjadi lebih ringan,” ungkap bek asal Brasil tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan fokus sepanjang pertandingan. Menurutnya, menjaga gawang tetap steril bukan perkara mudah, melainkan hasil dari disiplin tinggi dan konsentrasi penuh selama 90 menit.
Risto Mitrevski tampil kokoh dalam menggalang lini pertahanan Persebaya. (Persebaya)
Senada dengan itu, Risto Mitrevski menilai keberhasilan mencatatkan tiga clean sheet bukanlah hasil instan. Ia menyebut, kerja keras dan dedikasi seluruh elemen tim menjadi kunci utama.
“Ini bukan soal individu. Semua pemain punya peran dalam menjaga pertahanan. Clean sheet adalah hasil kolektif,” tegasnya.
Duet Gustavo–Risto sendiri mulai mendapatkan kepercayaan sejak pekan ke-28 saat menghadapi Madura United. Meski saat itu Persebaya belum meraih hasil maksimal, pelatih Bernardo Tavares melihat potensi besar dari kombinasi keduanya.
Keputusan tersebut kini terbukti tepat. Seiring berjalannya waktu, koordinasi di lini belakang semakin rapi. Komunikasi yang intens menjadi salah satu faktor penting yang membuat pertahanan Persebaya tampil disiplin dan sulit ditembus.
“Di lapangan kami terus berkomunikasi, menjaga posisi, dan saling membaca situasi,” ujar Gustavo.
Risto pun mengamini hal tersebut. Ia menilai komunikasi dan kedekatan antar pemain menjadi elemen vital dalam menjaga organisasi pertahanan.
“Chemistry kami berkembang di setiap pertandingan. Koneksi dengan rekan setim sangat penting, terutama dengan pemain di sekitar posisi kami,” jelasnya.
Kini, ujian berikutnya telah menanti. Persebaya dijadwalkan menghadapi Persis Solo pada pekan ke-32 di Stadion Manahan, Solo. Laga tandang tersebut diprediksi akan menjadi tantangan tersendiri bagi lini belakang Bajol Ijo untuk mempertahankan tren positif.
Jika mampu kembali menjaga clean sheet, bukan tidak mungkin Persebaya akan semakin percaya diri menatap sisa kompetisi. Lebih dari itu, kokohnya lini pertahanan bisa menjadi modal utama dalam menjaga asa meraih hasil terbaik di akhir musim.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih